Truk Proyek Palsukan Logo DSDABM Pemkot Surabaya Bikin Pemotor Celaka

Truk Proyek Palsukan Logo DSDABM Pemkot Surabaya Bikin Pemotor Celaka

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 24 Agu 2026 17:45 WIB
Tim DSDABM Surabaya bersihkan lumpur yang jatuh di jalan
Tim DSDABM Surabaya bersihkan lumpur yang jatuh di jalan (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan akibat ceceran sedimen yang tumpah dari sebuah truk proyek berpelat kuning W. Truk itu diketahui menggunakan logo Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Pemkot Surabaya yang dipalsu.

Informasi kecelakaan itu diterima melalui hotline Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada Rabu (19/8). Laporan itu kemudian ditelusuri oleh DSDABM Surabaya. Hasil penelusuran menunjukkan truk pengangkut sedimen itu bukan bagian dari proyek DSDABM Surabaya, melainkan digunakan untuk pengerjaan proyek di RSUD Dr Soetomo.

Kepala DSDABM Kota Surabaya Hidayat Syah mengatakan sedimen berceceran karena bak truk tidak tertutup rapat saat keluar dari lokasi pengerjaan. Ceceran material itu kemudian membuat pengendara motor terjatuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia ngambil sedimennya pakai truk pelat kuning, pelat W, tapi labelnya dari DSDABM seperti kendaraan kita, tapi bukan, karena pelat kuning dengan W, kalau kita kan L pelat merah. Lah, baknya kebuka, terus ada orang baik motor lewat, jatuh ke jalan," kata Hidayat kepada wartawan di Jalan Jimerto, Senin (24/8/2026).

Soal nama instansinya dibuat logo palsu, Hidayat telah memanggil kontraktor dan mereka mengakui perbuatannya. Logo instansi Pemkot itu sengaja ditempelkan oknum pelaksana dengan dalih agar perjalanan armada proyek di jalan raya bisa lebih lancar.

ADVERTISEMENT

"Lah ya itu katanya kemarin itu supaya untuk mempercepat lalu lintasnya, jadi dia sudah minta maaf, iya," ujarnya.

Atas insiden ini, pihaknya memberikan sanksi kepada kontraktor proyek. Selain melarang penggunaan atribut Pemkot secara ilegal, kontraktor harus menanggung penuh seluruh perawatan korban yang mengalami luka di kepala akibat terjatuh.

"Ya sanksinya mereka tidak boleh mengulangi lagi, kita sudah peringati. Terus yang kedua, jangan sampai pakai nama-nama DSDABM Pemkot Surabaya. Terus yang ketiga dia harus tanggung jawab dengan pasien. Kondisi korban sepertinya cuman kaget toh, syok. Tapi kena luka belakang kepalanya," jelasnya.

Hidayat juga mengimbau warga lebih jeli mengenali armada operasional resmi milik pemkot. Truk resmi DSDABM Surabaya dipastikan selalu menggunakan pelat kendaraan berwarna merah dengan kode wilayah L.

"Ciri-cirinya kami kan pasti pelat merah, terus dengan ada L. Kalaupun itu swasta yang kerjakan kan tetap bantu kita karena kerja sama, nah itu harus jelas lokasinya di mana. Tapi kalau kita kerja sama dengan swasta biasa dia kan sewa tempat lain tapi dikasih nama emblem gitu, kertas gitu ya. Nah ini dimanfaatkan dengan mereka-mereka yang seperti tadi," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads