LDII-MUI dan Pemkab Banyuwangi Tanam 1.000 Mangrove di Pantai

LDII-MUI dan Pemkab Banyuwangi Tanam 1.000 Mangrove di Pantai

Eka Rimawati - detikJatim
Senin, 24 Agu 2026 09:55 WIB
Aksi tanam mangrove dan lepas tukik di pantai cemara Banyuwangi
Aksi tanam mangrove dan lepas tukik di pantai cemara Banyuwangi/Foto: Istimewa
Banyuwangi -

Upaya menjaga ekosistem pesisir dilakukan melalui kolaborasi lintas organisasi dan pemerintah di Pantai Cemara, Banyuwangi. Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam dalam aksi yang digelar DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan bertajuk pelestarian lingkungan tersebut melibatkan sekitar 500 peserta dan tidak hanya diisi penanaman mangrove, tetapi juga pelepasan 50 ekor tukik serta aksi bersih-bersih pantai.

Aksi tersebut merupakan bagian dari program tahunan LDII bertajuk "Kerja Bersama, Bakti untuk Negeri" sekaligus mendukung program "Nandur Mangrove" Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch. Amrodji Konawi mengatakan, penanaman mangrove tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus menjadi investasi ekologis untuk masa depan.

ADVERTISEMENT

Mangrove berfungsi sebagai benteng alami untuk meredam gelombang tinggi dan mencegah abrasi, sekaligus menjadi tempat pembiakan berbagai biota laut dan pesisir. Tanaman tersebut juga berperan menyerap dan menyimpan karbon yang berpotensi dikembangkan dalam ekonomi lingkungan melalui perdagangan karbon (carbon trading).

"Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama sesuai amanat Al-Qur'an Surat Ar-Ruum ayat 41. Gerakan ini harus berlanjut pada tahap perawatan dan pengawasan agar manfaatnya dirasakan generasi mendatang," ujar Amrodji, Senin (24/8/2026).

Asisten II Sekretaris Daerah Banyuwangi Suratno mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai komunitas.

"Terima kasih LDII. Melestarikan mangrove dan penyu hari ini berarti menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir dan memastikan generasi mendatang tetap menikmati kekayaan alam Indonesia," ujar Suratno.

Suratno menilai, semangat tandang bareng dalam kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dia berharap penanaman mangrove tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan.

Dengan perawatan yang berkelanjutan, mangrove yang ditanam diharapkan dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat ekologis bagi kawasan pesisir Banyuwangi dalam jangka panjang.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Jawa Timur Abd. Halim Soebahar menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menanam kebaikan yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

"Kami sangat merasakan soliditas dan semangat silaturahim warga LDII. Karena itu, jangan pernah lelah untuk menjalin silaturahim dan menebar kebaikan," ujar Halim.

Menurut Halim, manfaat penanaman mangrove tidak hanya diperuntukkan bagi peserta maupun masyarakat saat ini, tetapi juga untuk lingkungan dan generasi mendatang.

"Bagaimana kita menanam, tetapi tanaman itu bukan hanya untuk kita. Kita menanam untuk semua, untuk bangsa ini, dan untuk generasi yang akan datang," tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung hampir tiga jam tersebut turut dihadiri Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dinas Kelautan dan Perikanan Banyuwangi, MUI, PCNU, PD Muhammadiyah, PC Al-Irsyad Al-Islamiyyah Banyuwangi, serta berbagai elemen masyarakat.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads