Meski usianya sudah senja, Mbah Kasio, warga Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk tak berhenti mengais rezeki. Lansia 75 tahun itu setiap hari berjualan bakso keliling.
Sehari-hari, Mbah Kasio berhenti di depan pos kamling Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong untuk menjajakan baksonya. Warga sekitar sudah menjadi langganan sejak dahulu, turun temurun.
"Sejak tahun 90 (1990) saya sudah jualan bakso ini," ungkap Mbah Kasio, Senin (24/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, Mbah Kasio hanya membandrol seporsi bakso dagangannya dengan harga Rp 25. Dan kini, semangkuk hanya dijual Rp 5.000.
"Dulu awal jualan, harga satu porsi bakso masih 25 repes," kenang Mbah Kasio.
Setiap hari, Mbah Kasio mengolah sekitar 2,5 kilogram daging untuk dijadikan adonan bakso. Bila baksonya habis dalam sehari itu, ia hanya mengantongi omzet sekitar Rp 150.000.
Ketekunan dan ketulusan Mbah Kasio dalam menjaga rasa bakso, menuai simpati masyarakat setempat. Pelanggannya sudah lintas generasi.
Faktor usia sebenarnya sempat membuat sang anak melarang Mbah Kasio untuk terus berjualan. Anaknya meminta dia beristirahat di rumah.
Namun, permintaan tersebut ditolak secara halus. Bagi Mbah Kasio, berjualan bakso bukan sekadar mencari nafkah, melainkan sarana hiburan agar tetap aktif di masa tua.
Mbah Kasio hanya berharap dagangannya selalu laris disinggahi pembeli setiap hari, memberikan kebahagiaan sederhana di sisa umurnya.
