Rentetan kecelakaan kapal angkutan umum membuat resah Anas (52), seniman otodidak asal Banyuwangi. Keresahannya dituangkan melalui sebuah lukisan yang menggambarkan tragedi kapal terbakar serta persoalan keselamatan penumpang.
Anas yang sehari-hari bekerja di bengkel otomotif telah menggeluti dunia lukis sejak duduk di bangku sekolah dasar. Kali ini, dia memilih kanvas sebagai media untuk menyampaikan keprihatinannya terhadap keselamatan transportasi laut.
Lukisan tersebut dibuat setelah insiden terbakarnya KMP Mutiara Sentosa II di Sumenep pada awal Agustus lalu. Musibah itu menyebabkan lima orang meninggal dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum selesai mengerjakan lukisan tersebut, Anas kembali mendapat kabar kecelakaan kapal. KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Lombok dan menyebabkan satu orang meninggal dunia.
"Karena ada kejadian di Sumenep, KMP Sentosa itu, kemudian saya melukis ini. Ini belum selesai, kok ada kejadian lagi di Lombok. Maka saya teruskan sebagai bentuk gambaran saya untuk bisa direnungkan," ujar Anas saat ditemui di kediamannya, Minggu (23/8/2026).
Dalam lukisan bergaya realis-ekspresif itu, Anas menggambarkan sejumlah pelampung keselamatan yang tampak melayang tanpa pemilik. Baginya, detail tersebut menjadi simbol keresahan terhadap keselamatan penumpang kapal.
"Ini saya gambar pelampung itu kosong, seakan-akan penumpang itu tidak ada perhatiannya, tidak diperhatikan keselamatannya," tutur seniman yang telah menghasilkan tak terhitung karya ini.
Anas berharap pemerintah dan pihak terkait meningkatkan standar keselamatan transportasi laut. Menurutnya, keselamatan penumpang harus menjadi perhatian utama agar kecelakaan serupa tidak terus berulang.
"Pelukis itu kan biasanya punya ungkapan saja, unek-unek itu diutarakan lewat kanvas. Ya diminta perhatiannya tentang keselamatan angkutan diperketat biar tidak terjadi hal yang sering terjadi lagi," tegasnya.
Dia juga menyoroti persoalan ketersediaan pelampung keselamatan saat terjadi kecelakaan kapal. Anas mengaku kerap mendengar cerita penumpang harus berebut pelampung ketika kapal mengalami musibah.
"Ya saya tahu dan mendengar, kalau kecelakaan itu banyak penumpang itu berebut pelampung biar selamat. Banyak yang gak dapat. Ini jangan terjadi lagi," pungkasnya.
Bagi Anas, lukisan tersebut bukan sekadar karya seni. Kanvas itu menjadi bentuk kritik sekaligus pengingat agar keselamatan penumpang dalam transportasi laut lebih diperhatikan.
