Maulid Nabi Muhammad SAW biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan. Masyarakat dapat memperbanyak sholawat, membaca Al-Qur'an, berdzikir, berdoa, hingga mempelajari kisah dan keteladanan Rasulullah SAW.
Selain itu, peringatan Maulid Nabi di sejumlah daerah juga diisi dengan pembacaan kitab Maulid seperti Al-Barzanji, Ad-Diba'i, dan Simthud Durar. Bacaan tersebut memuat riwayat kehidupan Nabi Muhammad SAW, pujian serta sholawat kepada Rasulullah.
10 Amalan Maulid Nabi
Ada berbagai amalan yang dapat dilakukan saat memperingati Maulid Nabi, baik berupa ibadah maupun kegiatan sosial. Berikut 10 amalan yang bisa dilakukan dalam rangka memperingati Maulid Nabi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Memperbanyak Sholawat
Memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu amalan yang dapat dilakukan pada bulan Rabiul Awal. Perintah bersholawat tercantum dalam Al-Qur'an surah Al-Ahzab ayat 56.
Melansir NU Online, umat Islam diperintahkan untuk bersholawat dan mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW. Bacaan sholawat dapat diamalkan secara pribadi maupun bersama-sama dalam majelis.
2. Membaca Kitab Maulid
Pembacaan kitab Maulid menjadi salah satu kegiatan yang banyak dilakukan dalam peringatan ini. Beberapa kitab yang dikenal antara lain Maulid Barzanji, Maulid Diba'i, dan Simthud Durar. Maulid Barzanji memuat riwayat Nabi Muhammad SAW, mulai dari nasab, kelahiran, hingga perjalanan hidupnya.
3. Membaca Mahalul Qiyam
Mahalul Qiyam merupakan bagian dari pembacaan Maulid Barzanji. Pada bagian ini, jemaah biasanya berdiri sambil melantunkan sholawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Salah satu bacaan yang dikenal dalam Mahalul Qiyam adalah Ya Nabi Salam Alaika.
4. Membaca Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an juga dapat dilakukan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi. Kegiatan tersebut dapat dilakukan untuk mengisi peringatan Maulid, baik sebelum maupun sesudah pembacaan Maulid, sholawat dan doa.
5. Memperbanyak Dzikir
Memperbanyak dzikir juga dapat dilakukan saat memperingati Maulid Nabi, baik secara pribadi maupun bersama-sama dalam majelis. Amalan ini dapat dilakukan untuk mengisi bulan Rabiul Awal dan disesuaikan dengan kebiasaan serta tuntunan keagamaan masing-masing.
6. Mempelajari Kisah Nabi Muhammad SAW
Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi kesempatan untuk mempelajari sirah dan keteladanan Rasulullah SAW. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui pembacaan kitab Maulid maupun sirah Nabi untuk mengenal perjalanan hidup dan dakwah beliau.
7. Memanjatkan Doa
Doa dapat dibaca setelah rangkaian kegiatan Maulid selesai. Isi doa dapat disesuaikan dengan kebutuhan selama ditujukan kepada Allah SWT. Doa dapat berisi permohonan ampunan, keselamatan, kesehatan, keberkahan dan kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain.
8. Bersedekah
Sedekah dan berbuat baik termasuk amalan yang dapat dilakukan untuk mengisi bulan Rabiul Awal, termasuk saat memperingati Maulid Nabi. Bentuknya dapat disesuaikan dengan kemampuan, seperti membantu fakir miskin, anak yatim, tetangga atau orang yang membutuhkan.
9. Berbagi Makanan
Berbagi makanan juga termasuk bentuk kebaikan yang dapat dilakukan dalam rangka memperingati Maulid Nabi. Makanan dapat dibagikan kepada keluarga, tetangga, jemaah, atau masyarakat yang membutuhkan.
10. Meneladani Akhlak Rasulullah SAW
Meneladani akhlak Rasulullah SAW dapat menjadi salah satu cara mengisi peringatan Maulid Nabi. Kecintaan kepada Nabi dapat diwujudkan dengan menerapkan sifat terpuji dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur, amanah, menyayangi sesama dan membantu orang lain.
Peringatan Maulid Nabi dapat diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan kebaikan, mulai dari membaca sholawat dan Al-Qur'an hingga bersedekah dan mempelajari keteladanan Rasulullah SAW. Pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kemampuan dan tradisi masing-masing.
