Blitar Ethnic National (BEN) Carnival di Kota Blitar digelar malam hari untuk pertama kalinya. Semarak gelaran acara tahunan itu menampilkan sebanyak 40 budaya nusantara. Ribuan warga turut menyaksikan acara itu secara tertib.
Pantaun detikJatim, BEN Carnival dimulai lebih lama dari jadwal yang ditentukan. Acara baru dimulai sekitar pukul 19.40 WIB, dengan sambutan Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin.
Penampilan tarian barongan kucingan khas Kota Blitar menjadi penanda dibukanua acara BEN Carnival. Dilanjutkan dengan parade budaya dengan penampilan tarian dari masing-masing peserta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan pagelaran tahun kelima untuk BEN Carnival. Tahun ini kami coba tampilkan malam hari, dengan menonjolkan penampilan dengan konsep night carnival," kata Ibbin kepada wartawan, Sabtu (22/8/2026).
Ada sekitar 40 peserta yang berpartisipasi dalam gelaran itu. Terdiri dari perwakilan lembaga sekolah, OPD dan instansi lainnya di Kota Blitar.
Masing-masing peserta menampilkan keberagaman budaya dari sejumlah daerah. Mulai dari tarian, icon (identitas) hingga busana daerah di Nusantara.
"Jadi pagelaran Blitar Ethnic Carnival ini memang sengaja menyuguhkan adat dan budaya Nusantara. Sebenarnya kita kan mempunyai ribuan budaya Nusantara, tapi kami tampilkan 40 perwakilan dari 38 provinsi," jelasnya.
Menurutnya, BEN Carnival kali ini tidak hanya digelar malam hari untuk pertama kalinya tapi juga dipastikan lebih memperhatikan penonton. Itu setelah barikade pembatas penonton dan peserta parade tidak lagi menggunakan pagar besi.
"Layout tahun ini sedikit berbeda, karena tidak lagi menggunakan pagar besi. Jadi penampilan peserta dapat dilihat dengan baik oleh penonton, hanya dibatasi dengan sekat kayu yang pendek," lanjutnya.
Selain menjadi hiburan, Ibbin mengatakan BEN Carnival diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Khususnya untuk mengenal berbagai adat dan budaya dari Indonesia. Gelaran BEN Carnival itu juga akan dilakukan secara konsisten untuk memperkuat identitas Kota Blitar sebagai kota budaya.
"Harapannya Kota Blitar akan identitasnya lebih kuat sebagai kota budaya, sekaligus sebagai kota yang patut dikunjungi karena banyak hiburan yang terkait dengan kebudayaan dan keberagaman," tandasnya.
