25 Agustus 2026 Libur Apa? Ini Peringatan dan Sejarahnya

25 Agustus 2026 Libur Apa? Ini Peringatan dan Sejarahnya

Irma Budiarti - detikJatim
Sabtu, 22 Agu 2026 17:20 WIB
Ilustrasi kalender Rabiul Awal 1448 Hijriah.
Ilustrasi kalender Rabiul Awal 1448 Hijriah. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Tanggal 25 Agustus 2026 menjadi salah satu tanggal yang perlu diketahui masyarakat karena ditetapkan sebagai hari libur nasional. Lantas, 25 Agustus 2026 libur apa, dan apa yang diperingati pada tanggal tersebut?

Pemerintah menetapkan Selasa 25 Agustus 2026 sebagai hari libur nasional untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tanggal tersebut bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag).

25 Agustus 2026 Libur Apa?

Bagi masyarakat yang mencari informasi mengenai 25 Agustus 2026 libur apa, jawabannya adalah libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW. Penetapan tersebut tercantum dalam SKB Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SKB tersebut ditetapkan oleh Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Dengan demikian, 25 Agustus 2026 berstatus sebagai hari libur nasional, bukan cuti bersama.

ADVERTISEMENT

25 Agustus 2026 Bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah

Penanggalan Maulid Nabi Muhammad SAW mengikuti kalender Hijriah yang didasarkan pada peredaran Bulan. Karena itu, tanggal peringatan dalam kalender Masehi berubah setiap tahun.

Dalam Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, 1 Rabiul Awal 1448 Hijriah bertepatan dengan Jumat 14 Agustus 2026.

Selanjutnya, 12 Rabiul Awal jatuh pada Selasa 25 Agustus 2026. Adapun tanggal tersebut juga telah ditetapkan pemerintah sebagai hari libur nasional dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Apa Itu Maulid Nabi Muhammad SAW?

Maulid Nabi merupakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam kehidupan masyarakat muslim di Indonesia, momentum ini biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya mengenang dan meneladani kehidupan Rasulullah.

Kementerian Agama menjelaskan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan nikmat dan rahmat besar bagi umat manusia. Karena itu, peringatan Maulid dapat menjadi momentum untuk kembali mengingat perjuangan serta keteladanan Rasulullah.

Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Sejarah Maulid Nabi tidak dapat dipisahkan dari kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan penjelasan Kementerian Agama, Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin bulan Rabiul Awal sekitar tahun 571 Masehi.

Kelahiran Rasulullah menjadi peristiwa penting dalam sejarah Islam karena ia kemudian diutus sebagai nabi dan rasul terakhir untuk menyampaikan risalah Islam.

Dalam perjalanan hidupnya, Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang menjadi teladan dalam keimanan, ibadah, akhlak, kehidupan bermasyarakat, serta kepemimpinan.

Oleh sebab itu, momentum Maulid Nabi tidak hanya berkaitan dengan mengenang tanggal kelahiran Rasulullah, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk mempelajari dan menerapkan keteladanannya dalam kehidupan sehari-hari.

Makna Maulid Nabi

Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali mengenal sosok Rasulullah dan memperkuat kecintaan kepadanya. Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif selama peringatan berlangsung. Beberapa nilai yang dapat diambil dari momentum Maulid Nabi antara lain berikut.

  • Mengenang kelahiran Rasulullah SAW sebagai bagian penting dari sejarah Islam.
  • Meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
  • Memperbanyak selawat dan ibadah sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah.
  • Mempelajari perjalanan dakwah Nabi serta perjuangan beliau menyampaikan ajaran Islam.
  • Memperkuat kepedulian sosial melalui kegiatan berbagi dan membantu sesama.

Selain menjadi tanggal merah, Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, mempelajari sejarah perjuangan beliau, serta meneladani akhlak dan ajaran yang disampaikan kepada umat.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads