Gudang Peralatan Rumah Tangga di Margomulyo Surabaya Terbakar Hebat

Gudang Peralatan Rumah Tangga di Margomulyo Surabaya Terbakar Hebat

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Rabu, 19 Agu 2026 19:45 WIB
Kebakaran gudang di Margomulyo, Surabaya
Kebakaran gudang di Margomulyo, Surabaya (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Kebakaran hebat melahap sebuah gudang peralatan rumah tangga di kompleks Pergudangan Margomulyo Permai Blok AH, Surabaya, Rabu (19/8) sore. Sebanyak 25 damkar diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Asap hitam pekat tampak membumbung tinggi dan terlihat jelas dari area di sekitar lokasi kejadian.

Salah seorang pegawai gudang, Hari, mengungkapkan bahwa api muncul secara mendadak dari bagian dalam depan bangunan. Para pekerja dan warga sekitar sempat berupaya memadamkan kobaran api secara mandiri menggunakan air seadanya serta puluhan Tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekitar pukul 14.30 WIB api tiba-tiba muncul. Kami sudah berusaha memadamkan dengan air seadanya dan lebih dari 20 tabung APAR, tapi api terlalu besar dan cepat merambat," ujar Hari di lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menyatakan bahwa api sudah dalam skala besar saat petugas pertama kali tiba di lokasi. Untuk mempercepat penanganan dan mencegah perambatan ke bangunan lain, pihak pemadam menerjunkan berbagai unit khusus.

"Kami menerjunkan 23 unit armada Damkar ditambah 2 unit dari DLH. Selain unit Bronto Skylift 42 meter, kami juga melibatkan unit robotik dan armada Pinton untuk memadamkan api dari berbagai sudut. Penyebab kebakaran masih kami dalami," tegas Rini.

Proses pemadaman berlangsung dramatis hingga sore hari. Memasuki pukul 17.19 WIB, intensitas api mulai berkurang dan unit Bronto Skylift ditarik mundur.

Petugas kini berfokus melakukan proses pembasahan melalui akses utama gudang guna memastikan tidak ada sisa titik api. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden ini, sementara total kerugian material masih dalam proses pendataan.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads