Kebakaran pabrik mi, CV Mulya Agung Sentosa berhasil dipadamkan setelah enam jam dari awal kejadian. Menurut polisi, kebakaran pabrik di Dusun Glatik, Desa Watesnegoro, Ngoro, Mojokerto ini diduga dipicu korsleting listrik.
Kapolsek Ngoro Kompol Heru Purwandi menuturkan, kebakaran pabrik mi berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.30 WIB. Sedikitnya, tujuh truk pemadam kebakaran (PMK) dan 1 mobil water cannon dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api.
Namun, sampai sore ini pembasahan di area yang terbakar masih berlangsung. Menurut Heru, pembasahan menggunakan tiga truk tangki air untuk mencegah api kembali menyala. Sebab, kebakaran meludeskan area produksi pabrik mi dengan luas sekitar 100x30 meter persegi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembasahannya masih berlangsung untuk antisipasi, pokoknya yang kelihatan asap disiram," terangnya kepada detikJatim, Selasa (18/8/2026).
Pemadaman kebakaran di CV Mulya Agung Sentosa memakan waktu sekitar enam jam dari awal kejadian sekitar pukul 05.15 WIB. Setidaknya, terdapat dua faktor penghambat yang membuat pemadaman api berlangsung cukup lama.
Salah satunya, lanjut Heru, terdapat sekat berupa ram kawat baja di area produksi yang terbakar. Sehingga petugas damkar kesulitan menyemprotkan air secara langsung ke titik api. Tak ayal petugas harus mendekat ke titik api menggunakan selang yang lebih panjang.
"Kebakarannya di ruangan, makanya asapnya sangat mengganggu, sangat perih, jarak pandang hanya 1-2 meter saja. Maka kami siagakan tim medis karena khawatir ada yang sesak," ungkapnya.
Heru menjelaskan, penyebab kebakaran ini masih dalam penyelidikan. Titik awal api pada tumpukan kayu di area boiler (ketel uap). Api cepat menjalar ke area produksi karena angin yang berhembus kencang.
Baca juga: TNBTS Mulai Hitung Kerugian Karhutla Bromo |
Menurutnya, petugas damkar berpacu dengan waktu karena terdapat tabung elpiji besar sekitar 5 meter dari boiler. Untuk mencegah tabung tersebut meledak, petugas damkar nekat mendekat untuk meyemprotkan air dari mobil water cannon ke titik tersebut.
"Keterangan dari HRD pabrik, penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik dari kabel-kabel yang ada di situ. Karena enggak mungkin kayu tiba-tiba nyala kalau tidak ada pemicunya," jelasnya.
Selain pemadaman api, polisi juga membantu manajemen pabrik mi untuk mengevakuasi produk jadi. Tumpukan mi siap kirim pun dilarikan keluar dari pabrik ke halaman yang relatif aman dari jangkauan api.
Dalam kebakaran ini, tambah Heru, dipastikan tidak ada korban jiwa. Sebab tidak ada karyawan di dalam pabrik. Para buruh yang libur 2 hari, sedianya kembali bekerja pagi tadi. Mereka terpaksa harus pulang akibat kebakaran.
"Tadi pagi para karyawan sempat menumpuk di depan pabrik, kami arahkan pulang daripada di lokasi berisiko sesak napas," tandasnya.
