Ide Kegiatan Maulid Nabi di Sekolah yang Seru dan Edukatif

Ide Kegiatan Maulid Nabi di Sekolah yang Seru dan Edukatif

Irma Budiarti - detikJatim
Selasa, 18 Agu 2026 18:00 WIB
Ilustrasi kegiatan perayaan Maulid Nabi.
Ilustrasi kegiatan perayaan Maulid Nabi. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sekolah dapat menjadi momentum untuk mengenalkan sejarah Rasulullah sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak kepada peserta didik.

Agar tidak terasa monoton, kegiatan dapat dikemas dengan memadukan acara keagamaan, kreativitas, permainan, dan aktivitas edukatif yang melibatkan siswa secara aktif.

Kementerian Agama (Kemenag) juga menilai peringatan Maulid Nabi di lingkungan pendidikan dapat menjadi sarana mengenalkan keteladanan Rasulullah dan membangun karakter siswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah sekolah dan madrasah mengemasnya melalui selawat, tausiah, kisah Islami, pertunjukan seni, hingga berbagai lomba yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan peserta didik.

ADVERTISEMENT

Ide Kegiatan Maulid Nabi di Sekolah yang Seru dan Edukatif

Beragam kegiatan bisa digelar untuk membuat peringatan Maulid Nabi di sekolah lebih menarik. Panitia dapat memilih kegiatan edukatif, seni, lomba, hingga aksi sosial yang sesuai dengan usia dan karakter siswa. Berikut beberapa ide yang bisa menjadi pilihan.

1. Lomba Cerdas Cermat Seputar Nabi Muhammad SAW

Cerdas cermat dapat menjadi pilihan untuk menguji sekaligus menambah pengetahuan siswa tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW. Pertanyaan dapat mencakup sejarah kelahiran Nabi, keluarga Rasulullah, peristiwa penting dalam perjalanan dakwah, hingga sifat-sifat terpuji yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Agar lebih menarik, lomba dapat dilakukan secara berkelompok dengan sistem babak penyisihan hingga final. Panitia juga dapat membuat pertanyaan dalam beberapa tingkat kesulitan sehingga siswa tidak hanya mengandalkan hafalan, tetapi juga memahami kisah dan keteladanan Rasulullah SAW.

2. Lomba Hafalan Hadis Pendek

Sekolah dapat mengadakan lomba hafalan hadis pendek yang disesuaikan dengan usia peserta didik. Hadis yang dipilih dapat berkaitan dengan akhlak sehari-hari, seperti kejujuran, kebersihan, menyayangi sesama, berbakti kepada orang tua, dan menghormati guru.

Selain menghafal, siswa dapat diminta menjelaskan secara sederhana makna hadis yang dibacakan. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berorientasi pada kemampuan mengingat, tetapi juga membantu siswa memahami dan menerapkan pesan yang terkandung dalam hadis.

3. Lomba Kisah atau Sirah Nabi

Lomba bercerita tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dapat menjadi kegiatan yang edukatif sekaligus melatih keberanian siswa tampil di depan umum. Peserta dapat memilih kisah yang sesuai dengan tingkat usia, kemudian menyampaikannya menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

Guru dapat menekankan hikmah dari setiap kisah agar siswa memahami nilai yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Metode kisah juga digunakan dalam kegiatan Maulid di sekolah sebagai cara menyampaikan nilai keagamaan dengan lebih menyenangkan bagi anak.

4. Lomba Kaligrafi

Lomba kaligrafi dapat menjadi wadah bagi siswa yang memiliki minat pada seni. Tema karya dapat berkaitan dengan nama Nabi Muhammad SAW, selawat, hadis pendek, atau pesan tentang akhlak terpuji.

Selain menghasilkan karya, kegiatan ini dapat menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal seni Islam sekaligus mengekspresikan kreativitas. Hasil kaligrafi juga dapat dipajang di lingkungan sekolah sebagai bagian dari dekorasi peringatan Maulid Nabi.

5. Lomba Poster atau Infografis Islami

Untuk siswa tingkat SMP dan SMA, lomba poster atau infografis dapat dibuat dengan tema seperti "Akhlak Rasulullah di Era Digital", "Meneladani Sifat Rasulullah" atau "Selawat dan Cinta kepada Nabi".

Hasil karya dapat dipajang di lingkungan sekolah atau ditampilkan melalui media sosial resmi sekolah. Kegiatan berbasis proyek seperti pembuatan karya dapat sekaligus melatih kreativitas, komunikasi, tanggung jawab, dan kerja sama siswa.

Penelitian dalam Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan juga menunjukkan pembelajaran berbasis proyek dapat mendukung perkembangan nilai karakter, termasuk tanggung jawab dan kemampuan berkomunikasi.

6. Penampilan Hadroh dan Selawat

Penampilan hadroh, pembacaan selawat, atau grup musik Islami dapat menjadi bagian yang membuat suasana peringatan Maulid Nabi lebih semarak. Kegiatan ini dapat melibatkan siswa dari berbagai kelas sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing.

Selain menjadi hiburan dalam rangkaian acara, penampilan tersebut juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan seni dan belajar bekerja sama dalam sebuah tim. Latihan bersama juga dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta kekompakan antarsiswa.

7. Drama tentang Keteladanan Rasulullah

Drama pendek dapat mengangkat kisah yang menunjukkan sifat jujur, amanah, sabar, penyayang, dan peduli terhadap sesama. Agar tetap edukatif, guru dapat memberikan penjelasan singkat setelah pertunjukan mengenai pesan moral yang dapat dipetik dari cerita tersebut.

Kegiatan seni dan budaya Islami juga pernah digunakan sekolah dan madrasah untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenalkan keteladanan Nabi kepada peserta didik.

8. Kuis Interaktif tentang Sirah Nabi

Kuis dapat menjadi alternatif kegiatan yang lebih santai tetapi tetap edukatif. Guru atau panitia dapat menggunakan berbagai format, seperti tebak gambar, benar atau salah, sambung kata, hingga pertanyaan cepat seputar kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Untuk siswa yang lebih besar, kuis dapat dibuat dalam bentuk permainan antarkelompok dengan sistem poin. Cara ini dapat menciptakan suasana yang lebih kompetitif dan menyenangkan sekaligus mendorong siswa untuk mempelajari sirah Nabi sebelum mengikuti perlombaan.

9. Tantangan "Satu Hari Satu Akhlak Rasulullah"

Tidak semua kegiatan Maulid harus selesai dalam satu hari. Sekolah dapat membuat tantangan selama beberapa hari, misalnya siswa diajak mempraktikkan satu akhlak terpuji setiap hari.

Contohnya adalah berkata jujur, menghormati guru, membantu teman, menjaga kebersihan, berbagi, dan meminta maaf ketika melakukan kesalahan. Kegiatan semacam ini membuat peringatan Maulid tidak berhenti sebagai acara seremonial, tetapi diarahkan pada penerapan nilai keteladanan Rasulullah dalam keseharian.

10. Bakti Sosial dan Berbagi

Kegiatan berbagi dapat dilakukan dengan mengumpulkan makanan, alat tulis, buku layak baca, atau kebutuhan lainnya untuk kemudian diberikan kepada pihak yang membutuhkan.

Kegiatan dapat melibatkan siswa sejak tahap perencanaan, pengumpulan, hingga penyaluran. Dengan begitu, siswa belajar tentang kepedulian, berbagi, tanggung jawab, dan kerja sama.

11. Kado Silang Antarsiswa

Kado silang bisa menjadi kegiatan sederhana untuk menciptakan suasana kebersamaan. Siswa membawa hadiah dengan nilai yang telah ditentukan, kemudian hadiah ditukar secara acak.

Agar lebih bermakna, sekolah dapat memberikan ketentuan bahwa hadiah harus berupa barang yang bermanfaat dan tidak berlebihan. Kegiatan kado silang juga pernah menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi di lingkungan madrasah.

12. Pameran Karya Islami Siswa

Sekolah dapat membuat pameran yang menampilkan hasil karya siswa, seperti kaligrafi, poster, puisi Islami, komik tentang sirah Nabi, hingga kerajinan bertema Maulid. Setiap kelas dapat diberi kesempatan membuat satu karya sehingga seluruh siswa memiliki ruang untuk berpartisipasi.

13. Puisi dan Pidato Islami

Lomba puisi dan pidato dapat menjadi pilihan bagi siswa yang memiliki kemampuan berbicara dan tampil di depan umum. Tema dapat diarahkan pada kecintaan kepada Rasulullah, pentingnya akhlak mulia, persahabatan, menghormati orang tua, atau menjadi pelajar yang jujur dan bertanggung jawab.

14. Gerakan Bersih-bersih Sekolah

Nilai keteladanan Rasulullah SAW juga dapat diterjemahkan melalui kegiatan sosial sederhana, salah satunya gerakan bersih-bersih sekolah. Siswa dapat diajak membersihkan ruang kelas, halaman, masjid atau musala, serta lingkungan sekolah secara bersama-sama.

Kegiatan ini dapat dilakukan sebelum atau setelah acara utama Maulid Nabi sehingga peringatan tidak hanya diisi dengan kegiatan di atas panggung. Selain menjaga kebersihan lingkungan, aktivitas tersebut dapat menanamkan sikap gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian kepada siswa.

15. Tausiah Interaktif untuk Siswa

Ceramah tetap dapat menjadi bagian utama peringatan Maulid, tetapi penyampaiannya bisa dibuat lebih interaktif. Penceramah dapat mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan siswa, seperti kejujuran, pertemanan, penggunaan media sosial, menghormati orang tua dan guru, serta cara menghadapi perbedaan.

Format tanya jawab juga dapat digunakan agar siswa tidak hanya menjadi pendengar. Beberapa sekolah bahkan menghadirkan penceramah dengan metode kisah agar materi Maulid lebih mudah diterima peserta didik.

Tips Membuat Kegiatan Maulid Nabi di Sekolah Lebih Menarik

Agar peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi kegiatan tahunan, panitia dapat menyesuaikan konsep dengan usia dan karakter peserta didik. Siswa sekolah dasar dapat lebih banyak diberikan kegiatan berupa permainan, cerita, kuis, seni, dan praktik sederhana.

Sementara siswa SMP dan SMA dapat dilibatkan dalam diskusi, proyek kreatif, lomba, bakti sosial, hingga kepanitiaan. Kegiatan juga sebaiknya tidak hanya menekankan kemeriahan.

Tujuan utamanya mengenalkan keteladanan Nabi Muhammad SAW dan membantu siswa menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan berbagai kegiatan Maulid di sekolah dan madrasah yang menjadikan peringatan tersebut sebagai sarana pendidikan karakter dan penguatan budaya religius.

Dengan perpaduan kegiatan keagamaan, edukasi, kreativitas, dan aksi sosial, peringatan Maulid Nabi di sekolah dapat berlangsung lebih seru sekaligus memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads