Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa (Gus Barra) angkat bicara merespons ledakan di SPPG Mojokerto Puri Medali yang mengakibatkan tiga korban luka bakar serius dan dua korban luka ringan. Untuk mencegah insiden serupa, ia berharap ada edukasi terhadap para pengelola SPPG terkait SOP penanganan masalah gas elpiji.
Gus Barra menuturkan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan terkait insiden ledakan di SPPG Mojokerto Puri Medali. Begitu pula ihwal penyebab ledakan yang melukai lima orang tersebut.
"Untuk SPPG sampai saat ini belum ada laporan secara khusus dari pihak BGN atau yang lain ke pemda. Kami juga belum dapat laporan penyebabnya apa," kata Gus Barra saat launching penyaluran bantuan pangan di Balai Desa Bendunganjati, Pacet, Mojokerto, Senin (17/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar insiden serupa tidak terulang, Gus Barra berharap Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan edukasi yang baik kepada para pengelola SPPG. Sehingga masing-masing SPPG memahami SOP untuk menangani setiap masalah, termasuk kaitannya dengan instalasi gas elpiji.
"Kalau melihat beritanya kan (dugaan penyebab ledakan) karena tabung gas. Kalau karena tabung gas pasti ada dua, biasanya karena keteledoran saja, atau yang lainnya," jelasnya.
Insiden ledakan beberapa waktu lalu praktis menghentikan operasional SPPG Mojokerto Puri Medali. Karena sebagian bangunan dan peralatan di dalam dapur MBG ini mengalami kerusakan.
Kepala Regional BGN Jatim, Mahda Pradewa menjelaskan, pihaknya mengarahkan pengelola SPPG Mojokerto Puri Medali agar melakukan renovasi sembari menunggu hasil investigasi. Sedangkan suplai MBG terhadap sekitar 3.700 penerima manfaat dialihkan ke sejumlah SPPG terdekat.
"Untuk saat ini, sambil menunggu hasil investigasi, maka SPPG diarahkan untuk renovasi dan penerima manfaat akan dialihkan ke SPPG terdekat yang lain," tegasnya.
Sebelumnya, ledakan hebat terjadi di SPPG Mojokerto Puri Medali pada Kamis (13/8) sekitar pukul 21.00 WIB. Kerasnya ledakan mengakibatkan atap 4 ruangan ambruk. Yaitu atap ruangan pemorsian, ruangan omprengan, kantor, serta ruang rapat.
Tidak hanya itu, ledakan juga disusul kebakaran besar di SPPG Mojokerto Puri Medali. Api membakar bagian atas ruang pemorsian dan ruang omprengan. Sedikitnya 2 truk PMK dikerahkan ke lokasi. Sehingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB.
Akibat ledakan ini, 3 teknisi gas dari PT Energi Alam Utama menderita luka bakar serius. Satu orang dirawat di RSI Sakinah dan 2 korban di RS Gatoel. Ditambah 2 relawan SPPG yang kepalanya terluka karena tertimpa plafon yang runtuh. Keduanya dirawat di RSI Sakinah.
SPPG Mojokerto Puri Medali Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group terletak di Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri, Mojokerto. SPPG milik Erista Widya Kristanti (38), warga Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Magersari, Kota Mojokerto ini memasak 3.700 porsi MBG per hari.
Erista pun membantah sebagai pemilik SPPG tersebut. Menurutnya, dapur MBG di Dusun/Desa Medali itu milik BPL, warga Desa Karangkedawang, Sooko, Mojokerto.
"Tidak ada punya saya, secara perizinan dan lain-lain tidak ada di surat mana pun nama saya. Saya dibantukan untuk koordinasi disitu, dibantukan pengelola. Kalau mitranya ada sendiri," tandasnya.
