Menyambut malam Kemerdekaan Republik Indonesia, ratusan warga Desa Sukowidi, Kecamatan Kartoharjo, Magetan menggelar doa bersama di sepanjang jalan desa, Minggu (16/8/2026) malam. Mayoritas warga yang bekerja sebagai petani ini berkumpul untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memanjatkan doa demi kesejahteraan hasil pertanian mereka.
Dengan beralaskan tikar di atas jalan paving sepanjang sekitar 300 meter, sekitar 300 warga tampak khidmat mengikuti rangkaian acara. Suasana malam tirakatan semakin syahdu dengan penerangan obor bambu di sepanjang tepi jalan serta lantunan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama.
Salah seorang warga, Murni (43), mengaku bersyukur bisa berpartisipasi dalam momen kebersamaan yang tergolong langka ini. Selain berkumpul dan makan bersama, ia berharap sektor pertanian di desanya terus membaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah senang masih bisa merayakan malam kemerdekaan, kumpul dengan masyarakat makan bersama di jalan yang jarang ada momen seperti ini. Semua untuk mengenang para pahlawan. Kita berdoa berharap para petani tidak ada hama menyerang tanaman padi," ujar Murni kepada detikJatim, Minggu (16/8/2026).
Senada dengan Murni, warga lainnya, Tiyem (55), turut meluapkan kegembiraannya. "Merdeka!" serunya.
Kepala Desa Sukowidi, Tarmuji, menyampaikan bahwa tradisi syukuran dan doa bersama saban malam kemerdekaan ini telah menjadi agenda rutin tahunan warga setempat. Momen tahun ini dirasakan semakin spesial karena bertepatan dengan masa usai panen raya yang memuaskan.
"Alhamdulillah saat ini di malam kemerdekaan usai musim panen padi dan hasil melimpah, harga jual juga tinggi. Petani sangat puas. Semoga saat musim tanam ini tidak ada hama dan bisa panen melimpah hasilnya," tutur Tarmuji.
Pantauan detikJatim di lokasi, usai doa bersama dipimpin oleh sesepuh desa, warga langsung menikmati hidangan yang dibawa masing-masing. Warga tampak saling bertukar santapan nasi dan makan bersama di sepanjang jalan desa.
