Sehari menjelang HUT ke-81 RI, kendaraan pengangkut barang jarang terlihat memasang bendera merah putih. Hal ini diduga karena sopir tak bersemangat merayakan kemerdekaan.
Jika melihat tahun lalu, ada fenomena pemasangan bendera One Piece dan merah putih di kendaraan pengangkut barang. Tahun ini, tidak sebanyak sebelum-sebelumnya bendera merah putih menghiasi kendaraan.
Koordinator Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT), Supriyono menyadari jarangnya kendaraan pengangkut barang yang memasang ornamen bendera merah putih di kendaraan tahun ini. Alasannya, mayoritas sopir di Jatim tidak lagi bersemangat merayakan kemerdekaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi, Supriyono menegaskan bahwa tidak adanya bendera di kendaraan pengangkut barang bukanlah gerakan kolektif. Keputusan tersebut murni dilakukan oleh para sopir secara individu.
"Bukan gerakan sih, hanya kesadaran saja dari mereka sendiri," kata Supriyono saat dihubungi wartawan, Minggu (16/8/2026).
Supriyono mengatakan, hal tersebut merupakan bentuk protes sopir kepada pemerintah atas ketidakadilan yang mereka alami. Para sopir merasa masih banyak pungli hingga tindakan diskriminasi yang ditemui di jalan raya.
"Masih ada pungli, masih ada diskriminasi perlakuan di jalan. Masih banyak tindak kriminalitas yang menyasar truk logistik," jelasnya.
Ia mengatakan, hal serupa juga pernah dilakukan sopir pada HUT ke-80 RI. Bedanya, tahun lalu mereka memasang bendera One Piece.
"Tahun kemarin kan juga begitu. Mending pasang (bendera) One Piece daripada bendera merah putih," ujarnya.
Supriyono berharap agar pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan sopir. Pihaknya juga meminta pemerintah agar merevisi undang-undang lalu lintas, kemudian memberantas mafia Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT), hingga memberantas pungli.
"Kami juga meminta pemerintah memrantas premanisme, segera keluarkan regulasi terkait standar ongkosan, memberikan perlindungan hukum kepada sopir, merikan hak atas kesehatan grati dan memberi sekolah gratis bagi anak sopir (negeri)," pungkasnya.
