Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo hingga Minggu siang dinyatakan terkendali. Secara keseluruhan, api telah padam, namun Satgas Karhutla masih menemukan 1 titik panas yang disertai kepulan asap di area tebing yang sulit dijangkau.
Satgas masih melanjutkan patroli darat dan udara untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala. Hingga saat ini, total kawasan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 1.120,3 hektare, meliputi area perbukitan, tebing, hingga savana dengan beragam jenis vegetasi.
Evaluasi penanganan karhutla dilakukan pada Minggu siang oleh Satgas yang dipimpin Komandan Korem 083/Baladika Jaya sekaligus Dansektor Karhutla Bromo, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus S, bersama sejumlah Komandan Kodim. Evaluasi tersebut juga dihadiri utusan khusus Presiden bidang pariwisata.
Hasil pemantauan udara masih menunjukkan adanya titik asap di wilayah Pusung Duwur, Kabupaten Pasuruan. Lokasi tersebut berada di kawasan tebing dengan tingkat kemiringan yang cukup curam sehingga membutuhkan penanganan khusus.
Petugas telah menyiagakan armada pemadam kebakaran milik TNI Angkatan Darat dan memasang selang menuju lokasi. Proses pembasahan dan pendinginan juga dilakukan secara berkala untuk memastikan bara api yang berada di dalam tanah benar-benar padam.
Danrem 083/Baladika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus, mengatakan luas lahan yang terbakar hingga saat ini belum bertambah dan masih berada di angka 1.120,3 hektare.
Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah mendeteksi sekaligus menangani sisa bara api yang berada di dalam tanah. Kondisi tersebut membuat titik panas maupun kepulan asap tidak selalu terlihat secara langsung.
"Yang kita tangani adalah titik panas atau titik asap yang mungkin sulit kita tangani karena kondisi tanah tidak sama semua," ujar Wahyu, Minggu (16/8/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan udara, saat ini hanya tersisa satu titik yang terindikasi masih mengeluarkan asap. Jika tidak segera ditangani, titik tersebut dikhawatirkan dapat berkembang menjadi api yang lebih besar.
Selain Pusung Duwur, kawasan sekitar Bukit Kingkong juga masih menjadi area yang diwaspadai. Kondisi lahan yang kering membuat potensi munculnya kembali titik api tetap ada.
Sementara itu, wilayah Kabupaten Probolinggo untuk sementara dinyatakan aman dan terkendali karena tidak terdeteksi adanya titik api maupun titik asap. Satgas selanjutnya akan melakukan pemantauan kembali sebelum memberikan rekomendasi pembukaan destinasi wisata di wilayah tersebut.
Untuk sementara, Bukit Seruni Point mendapat rekomendasi untuk dibuka. Sementara destinasi wisata lainnya, termasuk kawasan Kaldera Bromo, masih menunggu hasil evaluasi lebih lanjut dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan serta rekomendasi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Meski api telah padam, operasi Satgas belum sepenuhnya dihentikan. Patroli darat dan udara terus dilakukan untuk mendeteksi titik panas sekaligus mencegah munculnya kembali kebakaran.
Helikopter water bombing juga masih disiagakan di Bandara Abdulrachman Saleh. Armada tersebut sewaktu-waktu dapat kembali dioperasikan apabila ditemukan titik api yang membutuhkan penanganan dari udara.
Satgas meminta masyarakat dan wisatawan untuk bersabar hingga seluruh proses pemantauan dan pendinginan selesai. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kawasan Bromo benar-benar aman sebelum seluruh destinasi wisata dibuka kembali.
Satgas juga mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi dari sumber resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kondisi karhutla di kawasan Bromo Tengger Semeru.
Simak Video "Video: KLH Usut 19 Perusahaan Terkait Kebakaran Lahan 11 Ribu Hektare "
(ihc/dpe)