Reog Ponorogo, ludruk, hingga batik tulis khas pesisir, Jawa Timur punya ragam warisan budaya yang jumlahnya tak terhitung. Tapi di balik setiap pertunjukan yang masih bertahan, ada orang-orang yang bekerja keras agar tradisi itu tak sekadar jadi kenangan.
Mereka adalah pelatih reog yang mewariskan gerakan ke murid-murid baru, pengrajin batik yang mempertahankan motif turun-temurun, atau komunitas yang rutin menggelar pertunjukan seni daerah. Kerja mereka kini punya jalan untuk diapresiasi secara nasional lewat DPD RI Awards 2026.
"Melalui DPD RI Awards 2026, DPD RI berharap semakin banyak sosok yang telah bekerja dan berkarya bagi masyarakat mendapatkan apresiasi sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lainnya," tulis DPD dalam keterangan resminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada empat kategori penghargaan yang dibuka pada DPD RI Awards 2026 tahun ini. Bagi para penjaga tradisi lokal, kategori Pelestari Budaya Daerah adalah yang paling sesuai.
"Diberikan kepada individu yang memiliki inovasi dalam pengembangan dan pelestarian budaya daerah serta berperan aktif dalam mempromosikan budaya daerah di tingkat nasional maupun internasional," jelas DPD.
Cakupan kategori ini cukup luas. Bisa jadi sosok yang mendokumentasikan cerita rakyat agar tak hilang, penggerak komunitas seni tradisional di kampung, atau individu yang berhasil membawa kesenian daerah tampil di panggung internasional.
Selain kategori budaya, tiga kategori lain juga dibuka pada DPD RI Awards 2026. Ketiganya meliputi Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, dan Penggerak Desa Mandiri Pangan, ditambah Special Recognition Awards bagi tokoh dengan kontribusi konsisten bagi daerahnya.
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menyampaikan, ajang ini digagas untuk memberi ruang penghormatan bagi figur-figur inspiratif dari berbagai daerah. Ia menyebut banyak dari mereka yang selama ini bekerja nyata namun tak banyak disorot media nasional.
"Melalui ajang ini, DPD RI ingin mempertegas bahwa kekuatan pembangunan Indonesia bertumpu pada inisiatif dan kerja keras masyarakat di seluruh wilayah Nusantara, bukan hanya pada pusat pemerintahan dan kota-kota besar," ucap Sultan dalam DPD Awards tahun 2025 lalu.
Ia menilai masih banyak tokoh masyarakat yang menjadi penggerak perubahan dan kemajuan daerah di berbagai sektor strategis, tetapi belum memperoleh apresiasi yang memadai.
"Beberapa kategori pantas diberikan kepada orang daerah atau tokoh-tokoh daerah yang memang kontribusinya cukup signifikan," katanya.
Dari Madura hingga Malang, Jawa Timur menyimpan banyak nama yang layak diusulkan untuk kategori ini. Tinggal masyarakat sekitar yang perlu mengangkat kiprah mereka agar dikenal lebih luas.
Pendaftaran DPD RI Awards 2026 masih dibuka hingga 21 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB. Usulkan sosok pelestari budaya lokal di daerahmu melalui awards.dpd.go.id/nominasi.
(akn/ega)
