Tol Jatim untuk Persiapan Long Weekend

Tol Jatim untuk Persiapan Long Weekend

Mira Rachmalia - detikJatim
Sabtu, 15 Agu 2026 09:00 WIB
Ilustrasi ruas tol di Jawa Timur
Ilustrasi ruas tol di Jawa Timur (Foto: Gemini AI)
Surabaya -

Long weekend selalu identik dengan lonjakan mobilitas. Jalan menuju destinasi wisata, kampung halaman, hingga pusat-pusat kota di Jawa Timur biasanya dipadati kendaraan sejak hari pertama libur.

Karena itu, memahami jaringan jalan tol sebelum berangkat bisa menjadi langkah sederhana yang justru mampu menghemat waktu perjalanan.

Jawa Timur memiliki jaringan jalan tol yang cukup luas, mulai dari ruas yang menjadi bagian dari Tol Trans Jawa hingga ruas non-Trans Jawa yang menghubungkan kawasan industri, pusat kota, bandara, hingga destinasi wisata unggulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum menyusun itinerary perjalanan, ada baiknya pengendara mengenali rute, gerbang tol, rest area, serta konektivitas setiap ruas agar perjalanan selama long weekend menjadi lebih efisien. Informasi ini disusun berdasarkan data operator jalan tol dan pengelola jaringan jalan tol di Jawa Timur.

Jaringan Tol Trans Jawa di Jawa Timur

Jaringan Trans Jawa Tol menghubungkan kota-kota penting di pulau Jawa baik di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berikut jaringan Tol Transjawa di Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

Tol Ngawi-Kertosono

Tol Ngawi-Kertosono menjadi salah satu pintu utama yang menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tol Ngawi - KertosonoTol Ngawi - Kertosono (Foto: Sugeng Harianto/detikjatim)

Ruas sepanjang 88,57 kilometer ini mulai beroperasi pada 2018 dan terintegrasi dengan Tol Solo-Ngawi serta Tol Kertosono-Mojokerto. Tol ini melayani perjalanan dari wilayah perbatasan Jawa Tengah hingga Jombang.

Pengguna jalan dapat mengakses Gerbang Tol Caruban, Nganjuk, dan Madiun. Ruas ini juga dilengkapi empat rest area yang tersebar di KM 597A, KM 597B, KM 626A, dan KM 626B.

Tol Jombang-Mojokerto

Tol Jombang-Mojokerto memiliki panjang 40,5 kilometer dan menjadi salah satu jalur paling vital di Jawa Timur.

Mobil melintas di ruas tol Jombang - Mojokerto, Jawa Timur, yang baru diresmikan, Minggu (10/9).  Ruas tol Mojokerto-Kertosono tersebut mempersingkat waktu perjalanan secara signifikan.Ruas tol Jombang - Mojokerto, Jawa Timur (Foto: Grandyos Zafna)

Selain menghubungkan dua provinsi, ruas ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti layanan derek, ambulans, kendaraan patroli, dan petugas yang siaga selama 24 jam.

Pengendara yang ingin beristirahat dapat memanfaatkan rest area di KM 678 dan KM 695 pada jalur barat maupun timur.

Salah satu ikon infrastruktur di ruas ini adalah Jembatan Sungai Brantas sepanjang 1,2 kilometer yang dibangun menggunakan metode Balanced Cantilever yang diklaim lebih ramah terhadap ekosistem sungai.

Tol Surabaya-Mojokerto

Beroperasi sejak 2011, Tol Surabaya-Mojokerto memiliki panjang 36,27 kilometer.

Tol Surabaya-Mojokerto dengan total panjang 15,5 km akhirnya siap beroperasi pada Selasa (19/12) besok.Tol Surabaya-Mojokerto d(Foto: Dok. Kementerian PUPR.)

Ruas ini terhubung dengan Tol Surabaya-Gempol, Tol Waru-Juanda, Tol Kertosono-Mojokerto, serta Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar.

Terdapat 12 gerbang tol yang tersebar di berbagai titik, termasuk Waru, Driyorejo, Penompo, Warugunung, dan Krian. Pengendara juga dapat memanfaatkan rest area di KM 725A dan KM 726B.

Tol Surabaya-Gempol

Tol Surabaya-Gempol merupakan salah satu ruas tol tertua di Jawa Timur. Ruas ini mulai beroperasi pada 1986 dengan panjang mencapai 49 kilometer.

Posisinya sangat strategis karena menjadi penghubung utama antara Surabaya dan sejumlah wilayah di bagian selatan Jawa Timur. Tol ini juga terintegrasi dengan beberapa ruas penting lainnya, seperti Tol Surabaya-Mojokerto, Tol Surabaya-Gresik, Tol Waru-Juanda, dan Tol Gempol-Pandaan.

Dengan konektivitas tersebut, Tol Surabaya-Gempol menjadi salah satu jalur yang paling sering digunakan selama periode long weekend.

Bagi pengendara yang melakukan perjalanan jarak jauh, ruas ini juga dilengkapi dua rest area yang berada di KM 753B dan KM 754A. Keberadaan rest area tersebut dapat dimanfaatkan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke arah Pasuruan, Malang, maupun wilayah lainnya

Tol Gempol-Pandaan

Tol Gempol-Pandaan menjadi ruas penghubung yang sangat penting karena menghubungkan tiga jalur utama sekaligus, yaitu Tol Surabaya-Gempol, Tol Gempol-Pasuruan, dan Tol Pandaan-Malang.

Gerbang Tol Pandaan-Malang.Gerbang Tol Pandaan. (Foto: Istimewa)

Ruas yang mulai beroperasi pada 2015 ini memiliki panjang 13,6 kilometer. Meskipun relatif lebih pendek dibandingkan ruas lainnya, perannya sangat besar dalam mendukung mobilitas masyarakat, terutama saat musim liburan.

Tol ini memiliki tiga gerbang tol, yaitu Gerbang Tol Gempol 2, Gerbang Tol Gempol 3, dan Gerbang Tol Pandaan. Selain itu, terdapat tiga simpang susun yang berfungsi mengatur arus kendaraan menuju berbagai tujuan di Jawa Timur.

Tol Pandaan-Malang

Bagi masyarakat yang berencana menghabiskan long weekend di Malang atau Kota Batu, Tol Pandaan-Malang menjadi salah satu ruas yang paling penting.

tol pandaan-malangGerbang Tol Singosari di Ruas Tol Pandaan-Malang (Foto: Muhammad Aminudin/ detikjatim)

Tol sepanjang 38,49 kilometer ini mulai beroperasi pada 2019 sebagai alternatif perjalanan menuju Malang. Kehadirannya berhasil memangkas waktu tempuh sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur arteri.

Ruas ini memiliki lima gerbang tol, yaitu Gerbang Tol Purwodadi, Lawang, Singosari, Pakis, dan Malang. Selain itu, terdapat lima simpang susun yang mendukung distribusi lalu lintas menuju berbagai kawasan di Kabupaten dan Kota Malang.

Pengendara yang membutuhkan waktu istirahat juga dapat memanfaatkan empat rest area yang tersedia, yaitu Rest Area KM 66A, KM 66B, KM 84A, dan KM 84B. Fasilitas tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat perjalanan menuju Malang lebih nyaman, terutama saat volume kendaraan meningkat selama masa liburan.

Tol Gempol-Pasuruan

Tol Gempol-Pasuruan mulai beroperasi pada 2017 dengan panjang 34,2 kilometer. Ruas ini menjadi bagian penting dari jaringan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Surabaya, Pasuruan, hingga wilayah timur Jawa Timur.

Tol Gempol-Pasuruan (Gempas) tampak sepi di H+4 Lebaran. Kendaraan dari kedua arah bisa melaju dengan lancar.Gerbang Tol Pasuruan (Foto: Muhajir Arifin/detikjatim)

Tol ini terintegrasi dengan Tol Surabaya-Gempol dan Tol Gempol-Pandaan sehingga memudahkan mobilitas kendaraan dari berbagai arah. Terdapat lima gerbang tol yang dapat diakses pengguna jalan, yaitu Gerbang Tol Bangil, Pasuruan, Grati, dan Rembang. Selain itu, ruas ini juga dilengkapi tiga simpang susun, yakni Bangil, Grati, dan Rembang.

Untuk menunjang kenyamanan pengguna jalan, tersedia dua rest area yang berada di KM 792A dan KM 792B. Keberadaan fasilitas ini sangat membantu pengendara yang menempuh perjalanan menuju kawasan Tapal Kuda.

Tol Pasuruan-Probolinggo

Tol Pasuruan-Probolinggo menjadi salah satu ruas strategis di jaringan Tol Trans Jawa karena tidak hanya berfungsi sebagai jalur distribusi logistik, tetapi juga mendukung sektor pariwisata di Jawa Timur.

Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro)Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) (Foto: M Rofiq/detikJatim)

Ruas sepanjang 39,87 kilometer ini menjadi jalur alternatif yang menghubungkan Surabaya dengan Jember dan Banyuwangi. Keberadaan tol ini juga mempercepat akses menuju sejumlah destinasi wisata nasional, seperti kawasan Gunung Bromo dan Taman Nasional Tengger-Semeru.

Selain mendukung sektor pariwisata, Tol Pasuruan-Probolinggo juga berperan dalam mendorong pertumbuhan industri, pertanian, serta pengembangan kawasan logistik di wilayah Pasuruan dan sekitarnya. Dengan konektivitas yang semakin baik, waktu tempuh menuju wilayah timur Jawa pun menjadi lebih efisien.

Tol Probolinggo-Banyuwangi

Bagi wisatawan yang berencana mengunjungi Banyuwangi saat long weekend, perlu diketahui bahwa Tol Probolinggo-Banyuwangi masih berada dalam tahap pembangunan.

Dilansir dari laman resmi Jasa Marga, proyek pembangunan ruas tol ini dibagi menjadi tiga paket. Paket I mencakup ruas Gending-Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer dengan progres pembangunan mencapai 99,41 persen.

Sementara itu, Paket II yang menghubungkan Kraksaan-Paiton sepanjang 11,20 kilometer telah rampung 100 persen. Adapun Paket III yang membentang dari Paiton hingga Besuki sepanjang 25,60 kilometer telah mencapai progres 92,10 persen.

Kendaraan melintasi ruas Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (16/3/2026). Ruas tol tersebut dibuka secara fungsional pada 14–29 Maret 2026 pukul 06.00–16.00 WIB untuk mendukung kelancaran mobilitas arus mudik Lebaran. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/rwa.Kendaraan melintasi ruas Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) (Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)

Pembangunan dibagi menjadi tiga paket, yaitu Gending-Kraksaan, Kraksaan-Paiton, dan Paiton-Besuki. Pada masa Lebaran 2026, ruas fungsional sepanjang 50 kilometer dari Gending hingga Situbondo Barat sempat dibuka untuk mendukung arus mudik dan arus balik. Tiga gerbang tol yang dioperasikan saat itu adalah GT Kraksaan, GT Paiton, dan GT Situbondo Barat.

Ruas Tol Non-Trans Jawa


Tol Waru-Juanda, Jalur Cepat Menuju Bandara

Tol Waru-Juanda menjadi akses utama menuju Bandara Juanda.

Ruas sepanjang 12 kilometer ini menghubungkan Bundaran Waru dengan kawasan bandara melalui sejumlah akses penting, seperti kawasan industri SIER, MERR, Rungkut, Gununganyar, hingga Sedati. Terdapat enam gerbang tol yang dapat digunakan oleh pengendara.

Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar

Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar atau KLBM memiliki panjang sekitar 29 kilometer.

Tol KLBM-Transjawa mulai dibuka fungsionalTol KLBM (oto: Jemmy Purwodianto/detikJatim)

Ruas ini dirancang untuk meningkatkan konektivitas di wilayah Sidoarjo, Gresik, dan Krian, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor industri dan logistik di Jawa Timur.

Cara Menghitung Tarif Tol

Perhitungan tarif dapat dilakukan melalui kalkulator tarif tol yang disediakan oleh Jasa Marga. Pengguna cukup memasukkan golongan kendaraan, gerbang tol asal, serta gerbang tol tujuan untuk mengetahui besaran tarif yang harus dibayarkan. Detikers dapat mengakses kalkulator tarif tol melalui halaman berikut.

Mengetahui estimasi tarif sejak awal dapat membantu pengendara mempersiapkan saldo kartu uang elektronik, menyusun anggaran perjalanan, serta menentukan rute yang paling sesuai selama long weekend.

Dengan perencanaan yang matang, perjalanan menuju Surabaya, Malang, Pasuruan, Banyuwangi, maupun berbagai destinasi wisata lain di Jawa Timur bisa menjadi lebih nyaman, aman, dan efisien. Semoga bermanfaat!



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads