Maulin Nikmah (35) dan Robiatul Adawyah (33) tertimpa reruntuhan plafon saat terjadi ledakan hebat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali. Dua relawan dapur MBG ini pun mengungkap detik-detik mencekam ledakan tersebut.
Robiatul menuturkan, saat terjadi ledakan, terdapat 13 orang di dalam SPPG Mojokerto Puri Medali. Terdiri dari 8 relawan perempuan, 1 office boy (OB), 1 satpam, serta 3 teknisi gas dari PT Energi Alam Utama yang sedang melakukan perbaikan.
Pada Kamis (13/8) menjelang pukul 21.00 WIB, Robiatul berada di dalam ruangan persiapan sedang sibuk memetik selada air. Tak sendirian, ia bersama Maulin dan Mamik Ideqa, warga Desa Mlaten, Puri, Mojokerto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan 5 relawan lainnya juga sibuk mengelap pisang di gudang kering dan gudang basah. Sebab proses memasak di SPPG ini biasa dimulai tengah malam untuk menyiapkan 3.700 porsi makan bergizi gratis (MBG).
"OB bilang habis ini jangan kaget, soalnya gasnya dicas. Setelah itu kok tidak bunyi-bunyi, katanya dicas dikit-dikit biar kami tidak kaget. Tiba-tiba saja dum, satu kali ledakan, api langsung besar," terang relawan SPPG asal Dusun/Desa Medali, Puri, Mojokerto ini kepada wartawan di IGD RSI Sakinah, Jumat (14/8/2026).
Kerasnya ledakan, lanjut Robiatul, meruntuhkan plafon ruangan persiapan tempatnya bekerja. Kepalanya pun terluka karena tertimpa reruntuhan plafon. Ia juga terjatuh di dalam ruangan yang mendadak gelap.
"Sekarang kepala saya masih pusing, punggung sakit," ujarnya.
Begitu pula dengan Maulin yang tersungkur di dalam ruangan karena kepalanya tertimpa material atap yang ambruk. Selain cedera di kepala, pinggang kanannya juga sakit saat membantu Robiatul bangun. Sedangkan Mamik lebih dulu menyelamatkan diri tanpa terluka karena posisinya dekat dengan pintu.
"Kami berdua sama-sama terjatuh, saling membantu untuk bangun, lalu langsung lari keluar. Sudah banyak api di sekitar," jelas relawan SPPG asal Dusun/Desa Medali ini.
Sebelumnya, ledakan hebat terjadi di SPPG Mojokerto Puri Medali pada Kamis (13/8) sekitar pukul 21.00 WIB. Kerasnya ledakan mengakibatkan atap 4 ruangan ambruk. Yaitu atap ruangan pemorsian, ruangan omprengan, kantor, serta ruang rapat.
Tidak hanya itu, ledakan juga disusul kebakaran besar di SPPG Mojokerto Puri Medali. Api membakar bagian atas ruang pemorsian dan ruang omprengan. Sedikitnya 2 truk PMK dikerahkan ke lokasi. Sehingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB.
Akibat ledakan ini, 3 teknisi gas dari PT Energi Alam Utama menderita luka bakar serius. Satu orang dirawat di RSI Sakinah dan 2 korban di RS Gatoel. Ditambah 2 relawan SPPG yang kepalanya terluka karena tertimpa plafon yang runtuh. Keduanya dirawat di RSI Sakinah.
SPPG Mojokerto Puri Medali Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group terletak di Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri, Mojokerto. SPPG milik ER (38), warga Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini memasak 3.700 porsi MBG per hari.
