BINEF 2026 Buka Jalan Pelajar Banyuwangi Tembus Kampus Dunia

BINEF 2026 Buka Jalan Pelajar Banyuwangi Tembus Kampus Dunia

Eka Rimawati - detikJatim
Kamis, 13 Agu 2026 21:20 WIB
Bupati Ipuk saat menghadiri acara BINEF 2026
Bupati Ipuk saat menghadiri acara BINEF 2026. (Foto: Istimewa)
Banyuwangi -

Berasal dari daerah bukan penghalang untuk memiliki mimpi besar hingga menempuh pendidikan di kampus-kampus dunia. Semangat itulah yang digaungkan dalam Blambangan International Education Festival (BINEF) 2026 di Banyuwangi.

BINEF 2026 digelar selama dua hari, 12-13 Agustus 2026, dan diikuti lebih dari 100 pelajar serta mahasiswa se-Banyuwangi. Kegiatan yang digelar di Kampus Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) itu dibuka Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (12/8/2026).

Tahun ini, BINEF mengusung tema 'Establishing Banyuwangi Student Connectivity to Prepare Superior Human Resources for Indonesia's Future'. Festival ini bertujuan membuka wawasan generasi muda tentang peluang studi ke luar negeri, membangun konektivitas dengan diaspora Indonesia, hingga mempersiapkan mereka menghadapi persaingan global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah pembicara yang memiliki pengalaman menempuh pendidikan di luar negeri turut dihadirkan. Mereka antara lain penerima beasiswa LPDP yang menempuh studi S2 di London School of Economics and Political Science, Inggris, Syaeful Mujab, penerima beasiswa LPDP dan mahasiswa Master of Science di Hong Kong University, Hardika Dwi Hermawan, serta putra Banyuwangi yang kini menempuh pendidikan doktoral di National Chung Hsing University, Taiwan, Achmad Roghib Mabrur.

ADVERTISEMENT

Ipuk mengatakan generasi muda harus mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat. Mengacu pada laporan World Economic Forum Future of Jobs 2025, hingga 2030 diperkirakan akan tercipta 170 juta pekerjaan baru. Namun, di sisi lain, sekitar 92 juta pekerjaan yang ada saat ini berpotensi tergantikan.

Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya menyiapkan generasi muda untuk pekerjaan yang ada saat ini. Mereka juga harus dipersiapkan untuk menghadapi jenis pekerjaan baru yang bahkan belum muncul.

"Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan dan transisi energi, telah mengubah kebutuhan tenaga kerja secara drastis. Karenanya generasi muda harus memiliki penguasaan dan kemampuan di bidang ini sebagai bekal menghadapi masa depan. Dan yang penting berjejaring untuk mendapatkan peluang yang lebih luas," ujar Ipuk.

Salah satu pembicara, Syaeful Mujab, mengajak para pelajar dan mahasiswa Banyuwangi untuk tidak minder karena berasal dari daerah. Menurutnya, setiap anak muda memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan hingga ke luar negeri selama mau mempersiapkan diri.

"Jangan berkecil hati meskipun kita berasal dari daerah. Siapapun dari kita bisa mempunyai mimpi besar dengan berusaha untuk mencapainya. Persiapkan diri dengan baik insyaallah kita bisa mencapai mimpi itu," ujar Mujab yang juga dikenal publik sebagai politikus muda dan menjadi Calon Wakil Bupati Tegal termuda pada 2024 pada usia 28 tahun.

Salah satu tips yang ia bagikan adalah penguasaan bahasa yang akan membuka pintu-pintu ke dunia global.

"Dengan bahasa membuka kesempatan untuk untuk sekolah, ikut konferensi hingga membangun jejaring internasional. Manfaatkan media sosial untuk mencari informasi beasiswa dan pertemanan global," ungkapnya.

Sementara itu Ketua Penyelenggara BINEF 2026 Ahmad Roghib Mabrur menambahkan peserta BINEF 2026 juga mendapatkan fasilitasi bimbingan bahasa inggris secara gratis selama satu tahun serta kesempatan pre test IELTS.

"Karena bahasa Inggris jadi kunci untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri. Mereka juga dapat bimbingan mentoring gratis setahun untuk coaching tips n trip mendapatkan beasaiswa di kampus internasional," pungkasnya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads