Dua rumah warga di kawasan Patemon Barat Sungai, Kelurahan Patemon, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, terbakar pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 10.50 WIB. Api diduga berasal dari aktivitas memasak yang ditinggalkan.
Kebakaran tersebut berdampak pada tiga kepala keluarga (KK) dengan total tujuh jiwa. Dua rumah yang terbakar juga mengalami kerusakan dengan total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 200 juta.
Berdasarkan laporan Pusdalops PB Kabupaten Pamekasan, api pertama kali diketahui muncul dari bagian dapur rumah milik Tajjib. Karena kedua rumah berdempetan, api kemudian cepat merembet ke bangunan di sebelahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Material di area dapur yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Rumah pertama dihuni dua KK, yakni Edi Sugianto dan Sukarti, dengan total lima jiwa. Sedangkan rumah kedua ditempati satu KK atas nama Tajjib bersama dua anggota keluarganya.
Kedua bangunan yang terdampak memiliki ukuran keseluruhan sekitar 10 x 20 meter. Kebakaran mengakibatkan bagian rumah serta sejumlah barang milik korban rusak dan terbakar.
Sejumlah kerusakan terjadi pada bagian atap yang terbuat dari kayu dan genting. Selain itu, kasur, lemari berisi pakaian orang dewasa dan bayi, kursi, serta berbagai perabot rumah tangga turut terbakar.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kalaksa BPBD Kabupaten Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi memerintahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) melakukan kaji cepat dan asesmen di lokasi. Petugas juga menyuplai air untuk membantu proses penanganan kebakaran.
Penanganan melibatkan sejumlah unsur, mulai BPBD Pamekasan, petugas pemadam kebakaran (Damkar), TNI, Polri, Camat Kota, PLN, pihak kelurahan, relawan hingga masyarakat sekitar.
Kalaksa BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang. Namun, dugaan sementara api berkaitan dengan aktivitas memasak di salah satu rumah korban.
"Penyebab pastinya belum diketahui nunggu hasil dari yang berwajib,namun diduga sebelumnya ada aktivitas memasak salah satu dari rumah korban,pastinya belum kita ketahui,adanya kejadian tersebut kami juga telah memberikan bantuan logistik kepada korban," terang Dofir.
(auh/hil)
