Sekretaris DPD Golkar Jawa Timur Blegur Prijanggono meminta seluruh kader tidak terbuai dengan sejumlah hasil survei yang menempatkan partai berlambang Pohon Beringin itu di posisi ketiga secara nasional. Blegur ingin kader terus kerja keras.
"Jangan lengah, jangan berada di zona nyaman. Hasil survei yang terbaru dari Indonesia Political Opinion (IPO) menempatkan Partai Golkar di posisi ketiga dalam elektabilitas partai politik. Jadikan itu sebagai acuan dan evaluasi agar Golkar semakin baik ke depan," kata Blegur di Surabaya, Selasa (11/8/2026).
Blegur meminta kader untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat termasuk memperjuangkan aspirasi warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kader harus lebih banyak berada di dapil untuk menyapa masyarakat. Meski Pemilu masih 2029, turun ke bawah harus dilakukan terus menerus. Tugas utama kader yang duduk sebagai legislatif maupun eksekutif itu pengabdian ke masyarakat" ujarnya.
"Hasil survei harus jadi pemantik bagi seluruh kader, baik yang berada di struktur partai, legislatif, eksekutif untuk bekerja lebih keras. Dan hasil survei tidak boleh membuat kader Golkar berpuas diri, justru harus jadi pijakan untuk memperkuat konsolidasi politik dan meningkatkan kedekatan dengan masyarakat," tegasnya.
Wakil Ketua DPRD Jatim ini menegaskan kerja politik tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, Pemilu merupakan proses panjang yang membutuhkan konsistensi kader dalam membangun komunikasi, menyerap aspirasi, sekaligus menghadirkan kabar positif bagi masyarakat.
Legislator asal Dapil Jatim I (Surabaya) ini juga mengingatkan mempertahankan sekaligus meningkatkan perolehan kursi Golkar pada Pemilu mendatang bukan perkara mudah. Karena itu, seluruh elemen partai dituntut bekerja lebih fokus dan terukur.
"Tantangan Partai Golkar di Pemilu mendatang untuk mempertahankan perolehan kursi juga tidak mudah. Perlu kerja keras dan fokus," tegasnya.
Selain konsolidasi struktural, Blegur menilai keterlibatan generasi muda menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat mesin politik Golkar menghadapi kontestasi 2029.
Pada Pemilu 2024, Partai Golkar Jawa Timur menyumbang 15 kursi di DPRD Jawa Timur dan menempatkan kadernya sebagai wakil ketua DPRD Jawa Timur. Di tingkat DPR RI, Golkar Jawa Timur menyumbang 11 kursi.
Capaian tersebut, kata Blegur, menjadi modal politik sekaligus tantangan bagi Golkar untuk mempertahankan dan meningkatkan representasi politik pada Pemilu 2029.
"Tugas kita mempertahankan dan meningkatkan kursi, baik dari DPRD Jawa Timur maupun DPR RI," pungkasnya.
Dalam survei IPO, Partai Gerindra berada di posisi teratas dengan elektabilitas 17,5 persen. PDI Perjuangan menempati posisi kedua dengan 12,8 persen, disusul Partai Golkar sebesar 10,4 persen. Selanjutnya Partai Demokrat 8,1 persen dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 7 persen.
