Gelombang tinggi terjadi di perairan selatan Tulungagung. Akibatnya, luapan air menerjang perkampungan nelayan dan warung-warung yang ada di sekitarnya.
Salah satu lokasi yang terdampak di Pantai Sidem, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung. Ketua RW 8, Dusun Sidem Nursalim mengatakan, gelombang tertinggi terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.
"Kalau mulai gelombang tinggi tadi malam, tapi yang paling tinggi pagi tadi. Air sampai meluap ke perkampungan," kata Nursalim, Selasa (11/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, luapan air rob menggenangi 30 rumah nelayan yang ada di sekitar pantai. Tak hanya itu, banjir rob juga merusak sejumlah warung milik warga.
"Ada beberapa yang tidak bisa jualan karena rusak parah, tiangnya sudah miring. Pasir juga terbawa air ke warung-warung warga," imbuhnya.
Dijelaskan, kondisi cuaca buruk juga berdampak langsung terhadap kawasan bibir Pantai. Gelombang tinggi mengakibatkan abrasi dan kerusakan sejumlah infrastruktur dan fasilitas nelayan.
Dari pantauan detikJatim, beberapa perahu nelayan tang ditambatkan di bibir pantai terhempas ke daratan. Bahkan beberapa di antaranya dalam kondisi terbaik.
"Cuaca seperti ini sepertinya menjadi fenomena tahunan. Setiap tahun pasti ada cuaca buruk, cuma kadarnya beda-beda," imbuhnya.
Pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan cuaca buruk akan berakhir. Namun, dari beberapa pengalaman pada tahun sebelumnya gelombang tinggi biasanya terjadi antaranya tiga hari hingga sepekan.
Dijelaskan saat para nelayan yang beroperasi di Teluk Popoh memilih untuk beristirahat sejenak hingga cuaca kembali membaik. Sebagian nelayan khawatir jika dipaksakan melaut justru akan akan berbahaya. "Gelombang tinggi sampai 4 meter, kalau perahunya bahaya," ujar
