Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) bersama Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Jawa Timur tetap mengintensifkan penyisiran di wilayah perairan dan pesisir Sumenep pascaterbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2, meskipun operasi SAR resmi telah ditutup.
Selain melakukan patroli berkala, tim gabungan juga mendirikan posko pengaduan bagi masyarakat yang kehilangan anggota keluarga maupun menemukan barang-barang milik penumpang yang hanyut.
Dirpolairud Polda Jatim Kombes Arman Asmara menyatakan, pihaknya menyiagakan dua unit kapal untuk melakukan penyisiran hingga radius 3 mil dari daratan Sumenep dan kawasan kepulauan sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyisiran di area pesisir ini kami lakukan mengingat spesifikasi kapal lokal yang tersedia belum memenuhi standar keselamatan untuk menjangkau Titik Kejadian Perkara (TKP) utama di laut lepas," ujar Arman saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).
Arman menambahkan, pada hari pertama kejadian, upaya pencarian di titik utama sempat mendapat dukungan satu unit armada kapal dari Mabes Polri yang beroperasi selama tiga hari.
Kini, fokus petugas bergeser pada pemantauan kawasan pesisir guna mengantisipasi kemungkinan adanya jenazah atau barang-barang korban yang terbawa arus menuju daratan.
Masyarakat yang merasa kehilangan kerabat atau menemukan indikasi terkait korban imbau segera melapor ke posko DVI maupun kantor polisi terdekat. Seluruh laporan yang masuk akan didata dan disinkronisasikan dengan data DVI Polda Jatim demi memastikan kepastian jumlah korban.
