Keutamaan Bulan Rabiul Awal Beserta Amalan yang Dianjurkan Umat Islam

Keutamaan Bulan Rabiul Awal Beserta Amalan yang Dianjurkan Umat Islam

Mira Rachmalia - detikJatim
Sabtu, 08 Agu 2026 05:00 WIB
Ilustrasi berdoa di bulan Safar.
Ilustrasi. Simak keutamaan bulan Rabiul Awal (Foto: ChatGPT)
Surabaya -

Kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama RI serta kalender Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan bahwa 1 Rabiul Awal 1447 Hijriah bertepatan dengan Jumat, 14 Agustus 2026. Datangnya bulan ketiga dalam kalender Islam ini selalu menjadi perhatian umat Muslim karena berkaitan erat dengan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.

Rabiul Awal bukan sekadar bulan kelahiran Rasulullah SAW yang diperingati sebagai Maulid Nabi. Dalam sejarah Islam, bulan ini juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting, mulai dari tibanya Rasulullah di Madinah setelah hijrah hingga wafatnya beliau.

Karena itulah, banyak ulama menganjurkan umat Islam menjadikan Rabiul Awal sebagai momentum untuk memperbanyak ibadah, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, apa saja keutamaan bulan Rabiul Awal dan amalan yang dianjurkan? Simak penjelasan lengkapnya berikut.

Apa Itu Bulan Rabiul Awal?

Rabiul Awal merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriah setelah Muharam dan Safar. Nama "Rabi'" secara bahasa berarti musim semi, sedangkan "Awwal" berarti pertama. Meski penamaan tersebut berasal dari kondisi musim di Jazirah Arab pada masa lalu, bagi umat Islam Rabiul Awal lebih dikenal sebagai bulan yang memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi.

ADVERTISEMENT

Bulan ini identik dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang menurut pendapat yang masyhur terjadi pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah. Peristiwa tersebut kemudian diperingati oleh banyak umat Islam sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, Rabiul Awal menjadi waktu yang tepat untuk mengenang perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan ajaran Islam sekaligus meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak sebagai bentuk kecintaan kepada beliau.

Mengapa Bulan Rabiul Awal Dianggap Istimewa?

Keistimewaan Rabiul Awal tidak hanya karena menjadi bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam perjalanan sejarah Islam, terdapat sejumlah peristiwa besar yang menjadikan bulan ini memiliki makna mendalam bagi umat Muslim.

Rasulullah SAW tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal setelah memulai perjalanan hijrah dari Makkah pada akhir bulan Safar. Hijrah tersebut menjadi titik awal terbentuknya masyarakat Islam yang kuat dan menjadi tonggak penting dalam perkembangan dakwah Islam.

Selain itu, sebagian besar ulama juga berpendapat bahwa Rasulullah SAW wafat pada 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah. Dengan demikian, Rabiul Awal menjadi bulan yang mengingatkan umat Islam akan seluruh perjalanan hidup Rasulullah SAW, mulai dari kelahiran, perjuangan dakwah, hingga wafatnya beliau.

Momentum inilah yang mendorong banyak umat Islam memperbanyak ibadah sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya meneladani sifat dan akhlak Nabi Muhammad SAW.

Amalan yang Dianjurkan Selama Bulan Rabiul Awal

Sejumlah ulama menjelaskan bahwa meski tidak ada ibadah wajib tertentu yang dikhususkan pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai amal saleh sebagai bentuk rasa syukur atas diutusnya Rasulullah SAW.

Memperbanyak Puasa Sunah

Dalam kitab Kanz an-Najah wa as-Surur fi al-Ad'iyah allati Tasyrahu as-Shudur, Syekh Abdul Hamid Qudus menjelaskan bahwa memperbanyak puasa sunah pada bulan Rabiul Awal merupakan salah satu amalan yang dianjurkan.

Anjuran tersebut juga selaras dengan hadis mengenai keutamaan puasa hari Senin. Rasulullah SAW pernah bersabda ketika ditanya mengenai puasa Senin:

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ قَالَ ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

Artinya: Nabi Saw ditanya mengenai puasa hari Senin. Beliau menjawab; Itu adalah hari aku dilahirkan, pada hari itu aku diutus dan pada hari itu aku mendapatkan wahyu.

Hadis tersebut sering dijadikan landasan oleh para ulama mengenai anjuran memperbanyak puasa sunah, terutama puasa Senin, sebagai bentuk syukur atas kelahiran Rasulullah SAW.

Memperbanyak Membaca Shalawat

Selain puasa sunah, memperbanyak membaca shalawat menjadi amalan yang paling dianjurkan selama Rabiul Awal.

Syekh Abdul Hamid Qudus dalam Kanz an-Najah wa as-Surur fi al-Ad'iyah allati Tasyrahu as-Shudur menuliskan:

اعلم أنه يطلب فى هذا الشهر كثرة الصيام, والصلاة على نبينا سيد الأنام, صلى الله تعالى وسلم عليه وزاده شرفا وكرما لديه

Artinya: "Ketahuilah bahwa dianjurkan pada bulan ini (Rabiul Awwal) untuk memperbanyak melakukan puasa sunah dan membaca shalawat kepada pemimpin umat Nabi Muhammad Saw"

Shalawat menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan cinta kepada Rasulullah SAW, sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 56.

Memperingati Maulid Nabi

Banyak umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan membaca sirah nabawiyah, kajian keislaman, bershalawat bersama, hingga berbagi makanan kepada masyarakat.

Dalam kitab Al-Wasa'il fiSyarhasy-Syama'il, ImamJalaluddin as-Suyuthi menjelaskan bahwa membaca kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan amalan yang mulia. Beliau menyebutkan bahwa rumah, masjid, atau tempat yang dibacakan kisah kelahiran Rasulullah akan dikelilingi malaikat yang mendoakan para penghuninya dan AllahSWT melimpahkan rahmat serta rida-Nya kepada mereka.

Imam Suyuthi berkata;

مَا مِنْ بَيْتٍ أَوْ مَسْجِدٍ أَوْ مَحَلَّةٍ قُرِئَ فِيْهِ مَوْلِدُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا حَفَّتِ الْمَلاَئِكَةُ ذَلِكَ الْبَيْتَ أَوِ الْمَسِجْدَ أَوِ الْمَحَلَّةَ، وَصَلَّتِ الْمَلاَئِكَةُ عَلَى أَهْلِ ذَلِكَ الْمَكَانِ، وَعَمَّهُمُ اللهُ تَعَالَى بِالرَّحْمَةِ وَالرِّضْوَانِ، وَأَمَّا الْمُطَوَّقُوْنَ بِالنُّوْرِ يَعْنِيْ جِبْرَائِيْلَ وَمِيْكَائِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ وَعِزْرَائِيْلَ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ فَإِنَّهُمْ يُصَلُّوْنَ عَلَى مَنْ كَانَ سَبَبًا لِقِرَاءَةِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: tidak ada rumah, masjid, atau tempat lain yang di dalamnya dibacakan kisah kelahiran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam kecuali malaikat mengelilingi rumah, masjid, atau tempat tersebut. Malaikat juga mendoakan penduduk tempat tersebut, dan Allah ta'ala melimpahkan rahmat dan ridha-Nya kepada mereka. Adapun malaikat yang dikelilingi oleh cahaya, yaitu Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail alaihimus salam, maka mereka mendoakan orang yang menjadi sebab dibacakannya kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Keterangan tersebut menjadi salah satu rujukan yang sering digunakan ulama dalam menjelaskan keutamaan kegiatan yang berisi pengagungan kepada Rasulullah SAW selama tetap berada dalam koridor syariat.

Memperbanyak Sedekah dan Berbuat Baik

Rabiul Awal juga menjadi momentum untuk memperbanyak amal sosial.

Meneladani Rasulullah SAW tidak hanya dilakukan melalui ibadah mahdhah, tetapi juga dengan memperkuat kepedulian kepada sesama. Memberikan sedekah, membantu orang yang membutuhkan, mengunjungi orang sakit, menyambung silaturahmi, hingga menjaga tutur kata merupakan bentuk nyata mengamalkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Semakin banyak kebaikan yang dilakukan selama Rabiul Awal, semakin besar pula kesempatan menjadikan bulan ini sebagai sarana memperbaiki kualitas diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads