KSOP Akhirnya Buka Suara Soal KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar 5 Meninggal

KSOP Akhirnya Buka Suara Soal KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar 5 Meninggal

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Kamis, 06 Agu 2026 17:30 WIB
Suasana di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Pelabuhan Tanjung Perak yang sepi tanpa aktivitas.
Suasana di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Pelabuhan Tanjung Perak yang sepi tanpa aktivitas. (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak akhirnya buka suara soal musibah kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 yang menewaskan 5 orang korban. KSOP menyatakan pihaknya telah mengaudit sistem manajemen keselamatan yang diterapkan oleh PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), pemilik KM Mutiara Sentosa 2.

Pernyataan itu disampaikan oleh KSOP melalui siaran resmi yang dikirimkan kepada sejumlah jurnalis melalui pesan WhatsApp. Audit terhadap PT ALP disebut telah dilakukan, namun, berdasarkan pantauan detikJatim, sejak Rabu (5/8) dan Kamis (6/8/2026), gedung KSOP di Pelabuhan Tanjung Perak tampak sepi.

Tidak terlihat aktivitas apapun di KSOP. Tidak terlihat kru, ABK, nakhoda KM Mutiara Sentosa 2 maupun perwakilan dari PT ALP yang dipanggil. Begitu pula Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun beserta humas enggak ditemui saat detikJatim datang ke KSOP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak berselang lama setelah perbincangan melalui pesan WhatsApp untuk bertemu dan melakukan klarifikasi dilayangkan, pihak KSOP justru menyampaikan tanggapan melalui keterangan tertulis yang disampaikan melalui WhatsApp.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap aspek keselamatan pelayaran guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang," ujar Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun dalam keterangan tertulis tersebut, Kamis (6/8/2026).

ADVERTISEMENT

"Sebagai bagian dari langkah pengawasan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah memanggil operator PT Atosim Lampung Pelayaran untuk menjalani audit terhadap penerapan Sistem Manajemen Keselamatan," kata Agustinus.

Dia juga menjelaskan bahwa langkah pengawasan saat ini tengah dilakukan. Masih adanya insiden laka laut yang mengakibatkan penumpang terluka, hilang, hingga meninggal dunia mendorong KSOP untuk terus melakukan pengawasan.

"Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah pengawasan dan mitigasi untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari," ujar Agustinus.

Berdasarkan keterangan resmi dari Basarnas, operasi SAR khusus dalam penanganan kedaruratan KMP Mutiara Sentosa II telah resmi dialihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan yang dikendalikan oleh Kantor SAR Surabaya

Meski begitu, Kementerian Perhubungan memastikan bahwa penanganan korban serta proses investigasi terhadap insiden tersebut tetap berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku. Kepala KSOP Agustinus juga memastikan pihaknya membuka layanan Posko Pengaduan KMP Mutiara Sentosa 2.

Menurut dia, tujuan posko tersebut disiapkan sebagai bagian dari pelayanan kepada korban maupun keluarga penumpang untuk pemberian informasi yang dibutuhkan terkait KMP Mutiara Sentosa 2.

Untuk mengungkap penyebab terjadinya kebakaran, ia menyatakan bahwa Kementerian Perhubungan memberikan dukungan penuh terhadap proses investigasi yang dilaksanakan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Menurut dia, pihaknya tengah mengoptimalkan penanganan pascainsiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II untuk mendukung proses pencarian, penyelamatan, dan evakuasi korban, sekaligus memperkuat langkah-langkah peningkatan keselamatan pelayaran nasional.

Agustinus mengungkapkan insiden itu menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk semakin memperkuat budaya keselamatan pelayaran di Indonesia. Faktanya, masih ada sejumlah laka laut yang terjadi dan upaya evaluasi terus digelorakan, namun tak memberikan dampak signifikan dan perubahan dalam dunia pelayaran.

"Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap seluruh prosedur keselamatan, baik oleh operator maupun masyarakat, khususnya pengguna jasa, merupakan fondasi utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan di laut dan membangun budaya keselamatan pelayaran nasional yang semakin kuat," tutur Agustinus.

Agustinus menuturkan insiden KMP Mutiara Sentosa 2 menjadi momentum penting. Tak hanya bagi pihaknya, namun juga bagi seluruh pemangku kepentingan untuk semakin memperkuat budaya keselamatan pelayaran di Indonesia.

"Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap seluruh prosedur keselamatan, baik oleh operator maupun masyarakat, khususnya pengguna jasa, merupakan fondasi utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan di laut dan membangun budaya keselamatan pelayaran nasional yang semakin kuat," tutup Agustinus.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perhubungan RI Komjen Pol (Purn) Drs. Suntana, M.Si bersama Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafiinmenyampaikan bahwa higga Selasa, 4 Agustus, jumlah korban yang telah berhasil dievakuasi mencapai 238 orang terdiridari233 orang selamat dan 5 orang meninggal.

Adapun armada yang terlibat dalam operasi evakuasi meliputi KRI Nala 363, KN. SAR Permadi, KN. Masalembo, Meratus Project 3, TB. Hasnur, Meratus. Pematang Siantar, Transco Arafura, Prakasa Mas, Selaras Mas, Aicon Dahli, SC Aila XVII, Daniel 1, KM. Alcon, serta Perahu Nelayan Sandiwara Cinta.



(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads