Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana memastikan KMP Mutiara Sentosa 2 memiliki sekoci dan perlengkapan keselamatan sesuai data yang dimiliki otoritas pelabuhan. Pernyataan itu disampaikan untuk menjawab kesaksian sejumlah penumpang yang sebelumnya mengaku tidak menemukan sekoci serta mengeluhkan minimnya pelampung saat kebakaran terjadi.
Meski demikian, Suntana mengakui sekoci yang tersedia di kapal mengalami kendala ketika hendak digunakan dalam situasi darurat. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu temuan yang akan dievaluasi oleh Kementerian Perhubungan.
"Ada di dalam data yang dimiliki oleh KSOP, ada sekoci juga, ada 6, ada life raft-nya juga, 25 yang bisa menampung itu," kata Suntana saat konferensi pers di Gedung GSN Pelindo Sub Regional III Tanjung Perak Surabaya, Selasa (4/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suntana menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Basarnas, sekoci tidak dapat diturunkan saat proses evakuasi berlangsung karena situasi kebakaran di atas kapal.
"Cuma tadi dijelaskan oleh Pak Kepala Basarnas karena situasinya itu tidak bisa diturunkan, ya," ujarnya.
Ia pun membantah anggapan bahwa KMP Mutiara Sentosa 2 tidak dilengkapi sekoci. Namun, ia menegaskan persoalan tidak berfungsinya sekoci saat kondisi darurat tetap menjadi bahan evaluasi pemerintah.
"Tadi saya sebutkan ada 6 sekoci di kapal itu. Cuman yang bisa turun 1 sekoci karena kebakaran. Masalah soal kelaikan, silakan Pak Dirjen Laut bisa menjelaskan. Tapi tetap menjadi temuan kita. Itu bahan evaluasi," imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan M. Masyhud menyatakan, KMP Mutiara Sentosa 2 tetap dinyatakan laik berlayar. Menurutnya, hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan konstruksi kapal, perlengkapan keselamatan, serta kompetensi awak kapal telah memenuhi persyaratan sehingga kapal memperoleh sertifikat kelaikan.
"Konstruksi maupun peralatan keselamatan, posisi semua untuk kapal ini, sudah terdaftar. Kita cek di bulan Juni, itu dikelola dengan hasil penilaian itu laik. Kemudian yang kedua, kru juga sudah dilakukan pemeriksaan, sehingga dinyatakan dapat diberikan kelayakan untuk pelayaran ini," tutupnya.
Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar di perairan utara Pulau Madura pada Minggu (2/8/2026). Insiden tersebut memicu kepanikan penumpang yang berupaya menyelamatkan diri, termasuk dengan melompat ke laut.
Sejumlah penumpang mengaku kesulitan menemukan sekoci dan menilai jumlah pelampung di kapal tidak mencukupi. Kesaksian itu kemudian memunculkan sorotan terhadap standar keselamatan kapal dan proses evakuasi saat kebakaran, hingga mendorong Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan pelayaran dan penanganan keadaan darurat di atas kapal.
