Bagaimana 233 Korban KM Mutiara Sentosa II Bisa Selamat dari Kebakaran?

Bagaimana 233 Korban KM Mutiara Sentosa II Bisa Selamat dari Kebakaran?

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Selasa, 04 Agu 2026 23:00 WIB
KM Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Pulau Sapudi, Sumenep, Madura
KM Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Pulau Sapudi, Sumenep, Madura (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Mohammad Syafii mengungkap faktor utama yang membuat 233 penumpang KM Mutiara Sentosa II berhasil selamat dalam insiden kebakaran di perairan utara Madura. Menurutnya, respons cepat kru kapal yang memberikan instruksi evakuasi serta penggunaan jaket pelampung oleh seluruh penumpang menjadi kunci tingginya angka penyintas.

Temuan tersebut diperoleh Basarnas setelah menghimpun keterangan dari para korban selamat selama pelaksanaan operasi SAR. Dari hasil konfirmasi, kru kapal dinilai sigap membroadcast instruksi agar seluruh penumpang segera menuju anjungan dan mengenakan life jacket sebelum menyelamatkan diri ke laut.

"Selama tiga hari selain kami melaksanakan operasi, kami mengumpulkan data-data sementara yang mungkin nanti bisa menjadi bahan masukan dari teman-teman KNKT. Pada saat kedaruratan terjadi, broadcast yang dilakukan oleh kru kapal, menurut saya dari komunikasi saya, cukup bagus sehingga seluruh penumpang termasuk awak kapal bisa bergeser dari tempat yang tadinya tersebar di dalam kapal menuju ke anjungan dan bisa diinstruksikan untuk memakai life vest atau life jacket secara berkesinambungan," jelas Syafii dalam konferensi pers, Selasa (4/8/2026) di terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Syafii, informasi tersebut tidak hanya diperoleh dari kru kapal, tetapi juga telah dikonfirmasi langsung kepada para korban yang berhasil dievakuasi.

ADVERTISEMENT

"Itu juga saya konfirmasikan kepada korban-korban yang satu hari kemarin sudah bisa dievakuasi. Dari informasi yang kita dapat bisa dipastikan bahwa seluruh korban telah memakai life jacket," katanya.

Ia menilai penggunaan jaket pelampung menjadi faktor penting yang membuat para penumpang mampu bertahan hidup meski harus terapung di laut sekitar dua jam sebelum dievakuasi oleh kapal-kapal yang melintas di lokasi kejadian.

"Sehingga dari total 238 korban yang menceburkan diri ke laut semuanya bisa kita evakuasi walaupun dengan berat hati, dengan kesedihan kita ada lima korban yang harus kita evakuasi dalam kondisi meninggal dunia," ucapnya.

Berdasarkan hasil sinkronisasi data antara syahbandar dan operator kapal, jumlah orang yang berada di atas KM Mutiara Sentosa II dipastikan sebanyak 238 orang. Dari jumlah tersebut, 233 orang berhasil diselamatkan, sedangkan lima lainnya ditemukan meninggal dunia.

"Dengan jumlah penumpang yang kita konfirmasi 238, sementara bisa kita sinkronkan bahwa jumlah korban dan juga jumlah penumpang yang ada di dalam kapal sementara sesuai," kata Syafii.

Atas dasar itu, Basarnas resmi menghentikan operasi SAR khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II dan mengalihkannya menjadi operasi rutin kesiapsiagaan.

Meski demikian, pemantauan di sekitar lokasi kejadian tetap dilakukan sembari menunggu kemungkinan adanya laporan baru dari masyarakat maupun kebutuhan pencarian lanjutan untuk mendukung proses investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar dilaporkan terbakar hebat pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Nakhoda kapal sempat melaporkan insiden tersebut kepada pemilik kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), sebelum akhirnya komunikasi terputus total.

Kantor SAR Surabaya bersama Syahbandar Tanjung Perak dan unsur SAR gabungan langsung mengerahkan operasi penyelamatan darurat usai menerima laporan tersebut.

Berdasarkan data manifes resmi Polairud Polda Jatim, kapal tersebut mengangkut total 232 orang, yang terdiri 219 orang sopir dan kernet, dan 13 orang penumpang dewasa

Selain membawa ratusan penumpang, kapal juga mengangkut 181 unit kendaraan yang meliputi sepeda motor, mobil pribadi, truk sedang, truk besar, tronton, hingga satu unit alat berat.

Akibat tragedi ini sebanyak 5 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan 227 penumpang lainnya selamat dan telah berhasil dievakuasi seluruhnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads