Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap tantangan besar dalam mengusut penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan Masalembo. Salah satu kendala utama adalah dugaan kapal sudah tidak lagi berada di permukaan laut sehingga menyulitkan proses pengumpulan barang bukti.
Investigator Keselamatan Pelayaran KNKT, Aleik Nurwahyudy, mengatakan kondisi fisik kapal merupakan bukti penting dalam proses investigasi. Namun, hingga kini ada kemungkinan kapal telah tenggelam.
"Ini tentunya menjadi tantangan buat investigasi. Jadi, idealnya memang kita harus menemukan sampai ke situ ke bukti, evidence yang akan mendukung analisis kita, terutama kondisi kapalnya. Nah, dalam posisi saat ini, ada kemungkinan kapal itu sudah tidak ada di permukaan lagi. Jadi, ini akan menjadi tantangan berat bagi investigasi," kata Aleik kepada awak media usai konferensi pers, Selasa (4/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Aleik, KNKT harus lebih dulu memastikan posisi kapal sebelum melakukan pemeriksaan. Jika kapal berada di dasar laut, investigasi akan membutuhkan operasi bawah air yang tidak mudah.
"Kalau kapalnya memang ketemu di bawah air, bukan di permukaan. Jadi, tentunya ini tidak mudah dengan kondisi seperti ini, di laut terbuka, kedalaman sekitar 50 meter. Resource-nya tentunya akan lebih besar lagi kalau dibandingkan dengan kejadian tahun kemarin. Secara geografi perairannya juga arus kuat, tetapi alhamdulillah waktu itu ditemukan," ujarnya.
Ia menambahkan, proses investigasi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Sebab, penyelidikan tidak hanya berfokus pada pemeriksaan fisik kapal, tetapi juga mencakup aspek lain yang berkaitan dengan penyebab insiden.
"Dan kondisi saat ini tentunya kita membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk membantu investigasi ini. Dan kejahatan tentunya tidak hanya dalam konteks pemeriksaan fisik kapal, tentunya dalam lingkup investigasi yang lebih luas lagi," imbuhnya.
Aleik juga menyampaikan keprihatinannya atas kembali terjadinya insiden kebakaran kapal, terlebih melibatkan perusahaan pelayaran yang sama. Ia berharap hasil investigasi nantinya dapat menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian ini dan juga duka cita mendalam terhadap korban yang meninggal dan tentunya mudah-mudahan ke depannya kita bersama-sama mengambil pelajaran untuk bisa mencegah kejadian yang seperti ini tidak terulang lagi. Dan itu butuh kerja sama yang luar biasa antar seluruh pihak," tutupnya.
