Pendaki asal Surabaya, Maliya Finda dan pemandunya Irfan Nasrul Laili yang hilang di Gunung Piramid Bondowoso ditemukan meninggal jatuh ke jurang. Kuat dugaan, keduanya meninggal setelah terjatuh.
Berdasarkan keterangan tim SAR, kedua korban ditemukan di kedalaman sekitar 6o-70 meter dari atas jalur. Pun berada di kemiringan sekitar 60 derajat.
"Dugaan kami keduanya jatuh secara berbarengan. Mungkin saat keduanya saling berpegangan, lalu jatuh bareng," jelas Ketua tim SAR dari Basarnas, Jefri, kepada detikJatim di lokasi, Selasa (4/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu terlihat dari posisi korban ditemukan pertama. Yakni saling berdekatan satu sama lain.
"Mungkin salah satu ada yang mau jatuh, lalu berpegangan. Namun tak kuat, sehingga kemudian jatuh bareng," katanya.
Namun begitu, lanjut Jefri, kepastiannya tetap menunggu hasil visum dari rumah sakit.
"Kondisi korban saat ditemukan memang ada luka. Namun mungkin karena dampak jatuh tersebut," pungkas Jefri.
Setelah ditemukan, tampak keluarga almarhumah Maliya telah datang ke Curahdami Bondowoso. Mereka tampak berkoordinasi dengan petugas untuk proses evakuasi jenazah keesokan harinya.
Diberitakan sebelumnya, dua pendaki Gunung Piramid di Bondowoso yang sempat dikabarkan hilang kontak selama beberapa hari terakhir ditemukan meninggal.
Keduanya ditemukan pada kedalaman jurang sekitar 60-70 meter. Dugaan sementara meninggalnya korban karena jatuh dari ketinggian.
Kedua pendaki itu yakni Maliya Finda (51), warga Surabaya dan seorang pemandu lokal Irfan Nasrul Laili (35), warga Desa Traktakan, Wonosari Bondowoso.
(auh/abq)
