Tanah dengan Suara Aliran Air Misterius di Sampang Berbau Belerang

Tanah dengan Suara Aliran Air Misterius di Sampang Berbau Belerang

Kamaluddin - detikJatim
Senin, 03 Agu 2026 20:25 WIB
DPRD Sampang bersama BPBD meninjau lokasi lahan tembakau dengan suara gemercik aliran air misterius.
DPRD Sampang bersama BPBD meninjau lokasi lahan tembakau dengan suara gemercik aliran air misterius. (Foto: Istimewa)
Sampang -

Pemkab Sampang akhirnya menerjunkan tim untuk meninjau langsung fenomena suara gemercik air di Desa Gunungeleh, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang. Tim gabungan dari BPBD dan Dinas PUPR mengecek lokasi sumber suara sekaligus mengambil sampel tanah di area tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrohman, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan survei lokasi bersama Dinas PUPR serta anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) setempat. Ada beberapa fakta temuan yang telah dikumpulkan dari peninjauan tersebut.

"Hingga hari ini suara gemercik air di titik itu masih terdengar jelas. Secara kasat mata memang tidak ada keanehan di permukaan. Tanaman tembakau nampak subur," kata Fajar saat meninjau lokasi, Senin (3/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fajar mengungkapkan adanya temuan lapisan tanah berlumpur warna hitam di kedalaman 50 sentimeter di bawah permukaan area tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa lumpur tersebut mengeluarkan bau belerang dan sampelnya telah diambil untuk diuji.

"Hasil ini masih akan dikaji dan dikoordinasikan dengan instansi teknis. Perlu kajian ilmiah agar penyebab fenomena ini dapat diketahui secara pasti," tandasnya.

ADVERTISEMENT

Fajar mengimbau masyarakat agar tetap tenang sembari menunggu hasil kajian teknis mengenai penyebab munculnya suara tersebut. Pihaknya juga meminta pengelola lahan untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya di lokasi.

"Karena ada bau belerang, masyarakat diimbau untuk tidak merokok ataupun menyalakan api di sekitar titik tersebut," imbaunya.

Di lokasi yang sama, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sampang, Moh. Iqbal Fathoni, meminta pihak pemerintah dapat segera melakukan penelitian secara komprehensif agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Kami meminta agar fenomena ini segera diteliti secara menyeluruh, sehingga hasil kajian para ahli nantinya dapat memberikan kepastian soal kandungan dalam tanah itu," tegasnya.

Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi sambil menunggu hasil kajian teknis mengenai penyebab munculnya suara gemuruh dari area persawahan tersebut.

Sebelumnya, warga Desa Gunungeleh, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang dihebohkan oleh fenomena alam berupa suara gelembung aliran air dari dalam tanah. Fenomena ini mendadak viral setelah video rekamannya menyebar luas di media sosial.

Dalam video yang telah disaksikan lebih dari 500 ribu kali dan dibanjiri ribuan komentar itu, tampak area sawah yang sedang ditanami tembakau mengeluarkan suara nyaring mirip gelembung air dari aliran yang deras. Warga setempat pun memberi penanda berupa kayu pada titik sawah yang menjadi sumber suara tersebut.

Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Gunungeleh, Nasuri, membenarkan adanya fenomena itu. Ia menyampaikan bahwa suara aliran air dari dalam tanah terdengar cukup nyaring di salah satu titik sawah desa.

"Benar, suaranya nyaring seperti percikan air terjun. Kalau tidak salah, itu terjadi di sawah pecaton desa yang kini dikelola warga," ungkap Nasuri kepada detikJatim, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Nasuri, fenomena ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, terutama saat musim hujan. Namun, kali ini fenomena tersebut justru muncul di tengah musim kemarau. Pihaknya pun telah melaporkan kejadian ini kepada instansi terkait untuk memastikan apakah fenomena tersebut berbahaya atau tidak.

"Kata warga yang mengelola lahan, fenomena suara air itu sudah lama terjadi. Kami sudah menyampaikannya ke anggota dewan dan juga pihak pemerintah," pungkasnya.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads