Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sembilan korban selamat dalam musibah kebakaran KM Mutiara Sentosa 02 menuju Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin (3/8/2026) dini hari. Proses evakuasi dilakukan menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Permadi.
Dari sembilan korban yang dievakuasi, empat di antaranya langsung dirujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Sementara lima korban lainnya yang dinyatakan stabil dan sehat langsung dipulangkan ke Surabaya menggunakan ambulans darat.
Kapolresta Sumenep, Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, menegaskan bahwa penanganan dan keselamatan seluruh korban menjadi prioritas utama tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan instansi terkait.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada sembilan korban yang dievakuasi ke Pelabuhan Kalianget. Empat korban langsung dirujuk ke RSI Kalianget untuk perawatan medis, sedangkan lima korban lainnya dipulangkan ke Surabaya karena kondisinya sehat. Saat ini kami tetap fokus pada upaya penyelamatan," ujar Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, Senin (3/8/2026).
Adapun identitas empat korban selamat yang dirujuk ke RSI Kalianget adalah Dwi Putro Suryo, Paidi, Mohammad Isti Ibnu Pratama, Andi
Sementara lima korban selamat yang diberangkatkan menuju Surabaya yakni Dani Wijaya, Bargus Imam, Jefri Lesnusa, Heri Susilo, Syamsul.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan operasi penyisiran, pencarian, dan pertolongan terhadap kemungkinan adanya korban lain di lokasi kejadian.
Musibah kebakaran hebat yang menimpa KM Mutiara Sentosa 2 ini pertama kali terdeteksi pada Minggu (2/8/2026) pagi sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Kapal jenis Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) sepanjang 160 meter tersebut bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Makassar mengangkut 232 penumpang yang mayoritas merupakan pengemudi armada logistik-serta 181 unit kendaraan.
Laporan darurat pertama kali diteruskan oleh pihak pengelola kapal dan Syahbandar Tanjung Perak ke Kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB, usai komunikasi dengan nahkoda di tengah lautan terputus.
Saat armada penolong pertama kali tiba di lokasi koordinat 06Β°30'64''S / 114Β°00'19''E (sekitar 19 NM utara Pulau Sapudi), fisik kapal dilaporkan telah hampir terbakar habis. Kepanikan sempat terjadi ketika ratusan penumpang berdesakan di area anjungan dan haluan kapal dengan menggunakan pelampung oranye, hingga beberapa di antaranya nekat melompat ke lautan lepas sebelum akhirnya diselamatkan oleh kapal-kapal yang merapat.
Hingga Minggu sore, tim SAR gabungan bersama unsur terkait masih terus bersiaga di perairan Madura untuk memastikan proses pendataan, penyisiran area sekitar lokasi kejadian, dan penanganan medis bagi seluruh korban.
