Personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan penutupan jalur Blitar - Malang melalui Bendungan Lahor. Hal itu dilakukan untuk mengarahkan pengendara yang kecele dan tetap melintas di jalur tersebut.
Sejumlah pengendara roda empat terpantau masih mencoba melintas di jalur Bendungan Lahor. Pengendara tersebut diminta untuk berputar balik, dan melintasi jalur utama yakni Jalan Nasional III melalui Selorejo.
"Pengamanan dilaksanakan kaitannya dengan pembatasan arus masuk ke Bendungan Lahor oleh Perum Jasa Tirta I. Kami melaksanakan pengamanan sejalan dengan penutupan jalan tersebut," terang Kabag Ops Polres Blitar, AKP Sony Suhartanto kepada detikJatim, Sabtu (1/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sony menyebut sejumlah pengendara kendaraan roda empat sudah memahami adanya penutupan jalur Bendungan Lahor tersebut. Namun, masih ada beberapa pengendara yang nekat melintas.
"Sejumlah pengendara dari Blitar menuju ke Malang sudah memahami imbauan dari medsos bahwa jalur Bendungan Lahor hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua dan roda tiga. Sedangkan mobil dan kendaraan lainnya harus melewati jalur utama, jalur bus," jelasnya.
Menurutnya, pengamanan akan dilakukan sampai dengan permintaan dari Perum Jasa Tirta I. Selain itu juga menyesuaikan dengan kondisi pengendara yang melintas.
Pengendara yang akan melintas di jalan sekitar Bendungan Lahor (Foto: Fima Purwanti/detikjatim) |
Pengamanan itu dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi di sekitar wilayah Kabupaten Blitar.
"Kalau nanti di jalur nasional ada trobel seperti kecelakaan atau ada truk terguling, akan dilakukan penyesuaian dengan persetujuan Perum Jasa Tirta I," lanjutnya.
Sebanyak 200 personel gabungan yang diterjunkan. Terdiri dari personel Polres Blitar, Kodim 0808, Batalyon 511 dan Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar.
Sony menegaskan penutupan jalur Bendungan Lahor dilakukan oleh Perum Jasa Tirta dalam rangka pemeliharaan. Sehingga pihak kepolisian melaksanakan tugas dalam rangka pengamanan.
"Ini juga sebagai upaya sialisasi pembatasan pengendara, karena usia jembatan di Bendungan Lahor itu lebih dari lima puluh tahun. Jadi dimungkinkan perlu pemeliharaan lebih lanjut," tandasnya.

