Kasus Anak Dibawa Ayah Diduga Diajak Ngemis Dimediasi Polisi

Kasus Anak Dibawa Ayah Diduga Diajak Ngemis Dimediasi Polisi

Aprilia Devi - detikJatim
Jumat, 31 Jul 2026 19:30 WIB
Ibu di Surabaya cari anaknya yang dibawa suami ngemis
Anak di Surabaya yang diduga dibawa ayahnya diajak ngemis. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Kasus anak berusia 5 tahun yang viral dibawa ayah kandung sejak Maret 2026 diduga diajak mengemis dimediasi oleh Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polrestabes Surabaya. Penanganan terhadap kasus ini masih berjalan.

Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya Kompol Melatisari mengatakan bahwa koordinasi dan mediasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya dan pihak terkait lainnya telah dilakukan.

"Semalam sudah koordinasi dan mediasi dengan DP3A dan para pihak," kata Melatisari saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (31/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, dia belum bisa menjelaskan secara lebih rinci hasil mediasi itu. Ia menegaskan bahwa proses penanganan kasus ini masih berlangsung.

ADVERTISEMENT

"Prosesnya masih berjalan," tuturnya.

Sebelumnya, Agustin Arimardika (33), warga Bagong Ginayan, Kelurahan Ngagel, Surabaya mengaku masih berupaya mendapatkan kembali anaknya, A (5). Anak itu disebut dibawa mantan suaminya, Sunardi, pada awal Maret 2026 dan hingga kini belum dikembalikan.

Kasus itu kemudian viral di media sosial. Setelah unggahannya tersebar, Agustin mengaku mendapat sejumlah informasi dari warga yang mengaku melihat A di berbagai tempat. Bahkan, ia mendapat informasi anaknya diduga tidak terurus hingga meminta-minta.

Agustin pun mengaku telah berupaya mengambil anaknya. Namun, saat mendatangi mantan suaminya di kawasan Pasar Keputran, dia mengaku mendapat kekerasan dan gagal membawa pulang A.

"Saya ke Pasar Keputran (untuk) ambil. Nggak dibolehi, saya diajak cekcok, saya dipukuli, diludahi muka saya, saya disiram air. Maret dua hari sebelum puasa. Akhirnya nihil, soalnya saya datang sendiri, nggak bisa bawa anak saya. Uang saya di tas juga hilang, tas saya direbut Sunar, ritsleting juga buka. Nggak bisa bawa anak saya, akhirnya pulang nangis sejadi-jadinya. Saya nggak kontak," jelasnya.

Agustin dan Sunardi diketahui telah bercerai sejak 2024. Agustin mengaku perceraian itu terjadi karena dirinya kerap mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads