Banyuwangi Jadi Pilot Project Penanaman Kedelai 1.200 Hektare

Banyuwangi Jadi Pilot Project Penanaman Kedelai 1.200 Hektare

Eka Rimawati - detikJatim
Jumat, 31 Jul 2026 13:45 WIB
TNI AL bersama Pemkab Banyuwangi dan sinergi lintas sektor, menanam kedelai di lahan seluas 1.200 hektare
TNI AL bersama Pemkab Banyuwangi dan sinergi lintas sektor, menanam kedelai di lahan seluas 1.200 hektare/Foto: Eka Rimawati/detikJatim
Banyuwangi -

Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan di berbagai daerah. Di Banyuwangi, program penanaman kedelai seluas 1.200 hektare mulai dijalankan sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Program yang dipusatkan di Kecamatan Tegaldlimo dan Purwoharjo itu melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, dan TNI Angkatan Laut (TNI AL). Selain penanaman kedelai, kegiatan juga diisi dengan bakti sosial berupa layanan kesehatan gratis dan pembagian paket sembako kepada warga.

Wakil Komandan Kodaeral V TNI AL Brigjen Marinir Suwandi mengatakan, keterlibatan TNI AL merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT
TNI AL bersama Pemkab Banyuwangi dan sinergi lintas sektor, menanam kedelai di lahan seluas 1.200 hektareTNI AL bersama Pemkab Banyuwangi dan sinergi lintas sektor, menanam kedelai di lahan seluas 1.200 hektare Foto: Eka Rimawati/detikJatim

"Kami TNI AL bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah Banyuwangi, serta sejumlah stakeholder lainnya di bidang kedelai untuk mendukung program pemerintah menuju Indonesia mandiri di bidang ketahanan pangan," ujar Brigjen Mar Suwandi di lokasi kegiatan, Jumat (31/7/2026).

Suwandi menjelaskan, gerakan penanaman kedelai tidak hanya dilaksanakan di Banyuwangi, tetapi juga digelar di seluruh jajaran Kodaeral di Indonesia. Banyuwangi dipilih karena dinilai memiliki kondisi cuaca yang mendukung untuk pengembangan tanaman kedelai.

Lahan seluas 1.200 hektare itu tersebar di dua kecamatan, yakni Tegaldlimo dan Purwoharjo. Selain memberikan pendampingan kepada petani, TNI AL juga menjamin kepastian harga jual hasil panen.

"Harapan kami dengan penanaman ini hasil panen kedelai meningkat, dan petani semakin sejahtera karena kami tidak hanya mendampingi, tetapi juga memberikan jaminan penetapan harga Rp10.000 per kilogram," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyambut baik dipilihnya Banyuwangi sebagai pilot project nasional penanaman kedelai seluas 1.200 hektare. Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

"Sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian daerah dengan kontribusi mencapai 26 persen dari Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). Produksi kedelai kita pada tahun 2025 terus meningkat mencapai sekitar 8.600 ton," ungkap Mujiono.

Mujiono menjelaskan program tersebut didukung penyaluran sekitar 60 ton benih unggul yang akan dikelola oleh 55 kelompok tani. Menurutnya, keberhasilan budidaya kedelai di Banyuwangi juga tidak lepas dari peran petani lokal, yang sebagian besar merupakan perantau dari wilayah Mataraman.

Ia menilai program itu sejalan dengan visi Asta Cita Presiden RI untuk mewujudkan swasembada pangan. Terlebih, kedelai merupakan bahan baku utama berbagai kebutuhan pangan masyarakat, seperti tahu dan tempe.

"Kebutuhan kedelai nasional telah mencapai lebih dari 3 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri belum sepenuhnya mampu memenuhi. Artinya, setiap hektar kedelai yang kita tanam hari ini adalah kontribusi nyata untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat kemandirian bangsa," pungkasnya.

Melalui kolaborasi lintas instansi tersebut, Banyuwangi diharapkan menjadi salah satu sentra produksi kedelai nasional yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Jawa Timur dan Indonesia.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads