Kisah Warga Malang Patungan demi Bentangkan Merah Putih 600 Meter

Kisah Warga Malang Patungan demi Bentangkan Merah Putih 600 Meter

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 31 Jul 2026 12:18 WIB
Bendera Merah Putih 600 meter membentang di Lawang, Malang
Bendera Merah Putih 600 meter membentang di Lawang, Malang/Foto: Istimewa
Malang -

Menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Dusun Krajan Tengah, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, secara mandiri membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 600 meter membelah sudut dusun.

Seluruh aksi ini terwujud berkat gotong royong patungan dari kantong warga tanpa dukungan dari pihak manapun.

Tanpa memandang usia dan latar belakang, pemuda, bapak-bapak, hingga ibu-ibu bahu-membahu selama satu minggu penuh demi bisa mengibarkan bendera Merah Putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koordinator kegiatan, Rahmad Effendy mengungkapkan, aksi kolosal ini murni dipicu oleh rasa cinta tanah air yang masih menguat di dalam dada warga dusun.

ADVERTISEMENT

"Kegiatan ini murni dari kesadaran warga Dusun Krajan Tengah. Pembiayaannya dilakukan secara sengkuyung atau patungan seikhlasnya tanpa proposal untuk penggalangan dana," ucap Fendy kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).

"Kami ingin menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih sangat hidup dan nyata di tengah masyarakat," tegas Fendy dengan nada bangga.

Di balik bentangan kain merah putih yang memukau tersebut, ada kerja keras dan teknis rumit yang dirancang oleh pemuda lokal. Pemasangan bendera raksasa di medan terbuka memerlukan perhitungan matang agar tetap aman dan kokoh berdiri.

Dian, salah satu sosok di balik tim kreatif pembentangan bendera Merah Putih menjelaskan betapa seriusnya persiapan yang mereka lakukan.

"Kami menyiapkan dua unit truk, scaffolding, tambang, besi, kayu, bambu, serta berbagai peralatan pendukung lainnya agar proses pemasangan berjalan lancar dan aman bagi warga," tutur Dian terpisah.

Ada pula sosok yang menjadi inspirasi di balik lahirnya bendera sepanjang 600 meter tersebut. Selama kurang lebih tiga bulan, Bu Titik dengan penuh ketelatenan menjahit lembar demi lembar kain hingga menjadi bentangan Merah Putih yang kini berkibar gagah di kaki Gunung Arjuno.

Dedikasi tanpa pamrih ini menjadi bukti nyata bahwa nasionalisme bisa diwujudkan melalui karya sederhana yang dikerjakan dengan ketulusan hati.

Kini, Merah Putih sepanjang 600 meter itu tak hanya mempercantik lanskap Dusun Krajan Tengah di kaki Arjuno, tetapi juga menjadi monumen hidup tentang persatuan.

Warga berharap, bentangan kain sang saka ini dapat menjadi pengingat sekaligus inspirasi bagi daerah lain bahwa kemerdekaan paling indah adalah ketika dirayakan bersama dalam kehangatan kekompakan warga.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads