Lamongan Raih Penghargaan Pengelolaan Mangrove dari Pemprov Jatim

Lamongan Raih Penghargaan Pengelolaan Mangrove dari Pemprov Jatim

Eko Sudjarwo - detikJatim
Kamis, 30 Jul 2026 15:45 WIB
Pemkab Lamongan Raih Penghargaan Pengelolaan Mangrove dari Pemprov Jatim
Pemkab Lamongan raih penghargaan pengelolaan mangrove dari Pemprov Jatim/Foto: Istimewa
Lamongan -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan kembali menorehkan prestasi di bidang lingkungan. Kali ini, Lamongan menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas komitmennya dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove.

Penghargaan Dukungan dan Komitmen sebagai Pembina Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove itu diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara dalam Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 yang digelar di Pantai Panduri, Kabupaten Tuban, Rabu (29/7/2026).

Wakil Bupati Lamongan yang akrab disapa Mas Dirham ini mengatakan, penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi Pemkab Lamongan untuk terus memperkuat upaya pelestarian ekosistem mangrove di wilayah pesisir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat upaya perlindungan ekosistem mangrove. Mangrove memiliki fungsi yang sangat strategis, tidak hanya sebagai benteng alami untuk menahan abrasi dan dampak perubahan iklim, tetapi juga menjadi habitat berbagai biota laut serta penopang kehidupan masyarakat pesisir. Karena itu, pelestarian mangrove harus terus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat," kata Dirham.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan, kawasan mangrove di Lamongan memiliki luas sekitar 135,59 hektare yang tersebar di dua kecamatan pesisir, yakni Brondong dan Paciran.

Dari total luasan tersebut, sekitar 114 hektare atau sekitar 85 persen berada di Kecamatan Brondong yang meliputi Desa Labuhan, Lohgung, Sedayulawas, dan Sidomukti. Sementara sisanya seluas 21,59 hektare berada di Kecamatan Paciran, tersebar di Desa Tlogosadang, Sidokelar, Kranji, Tunggul, dan Kandangsemangkon.

Menurut Dirham, pengelolaan mangrove menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan, memperkuat ketahanan kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan perubahan iklim, sekaligus mendukung keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir.

Ia menegaskan, Pemkab Lamongan akan terus memperkuat pengelolaan ekosistem mangrove sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads