Protes Warga Blitar Tanami Jalan Rusak dengan Pohon Pisang

Protes Warga Blitar Tanami Jalan Rusak dengan Pohon Pisang

Fima Purwanti - detikJatim
Kamis, 30 Jul 2026 14:30 WIB
Jalan rusak ditanami pohon pisang di Desa Karangrejo, Garum Blitar
Jalan rusak ditanami pohon pisang di Desa Karangrejo, Garum Blitar/Foto: Fima Purwanti/detikJatim
Blitar -

Aksi protes kembali dilakukan oleh warga dengan menanam pohon pisang di tengah jalan Desa Karangrejo, Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Warga kecewa dengan kondisi jalan yang masih rusak, padahal sebelumnya telah dijanjikan akan diperbaiki.

Pantauan detikJatim di lokasi, puluhan pohon pisang ditanam di tengah jalan. Pohon pisang ditanam di sepanjang Jalan Raya Desa Karangrejo. Sementara kondisi jalan rusak di beberapa titik sepanjang 750 meter.

Aspal jalan rusak, hingga berlubang. Selain itu, kondisi jalan tidak rata. Meski ditanami pohon pisang, jalan tersebut masih dapat dilalui. Termasuk kendaraan truk dan kendaraan warga sekitar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang warga, RD menyebut, aksi tanam pohon pisang itu dilakukan sebagai bentuk protes. Warga menilai pemerintah ingkar janji dengan rencana perbaikan jalan.

ADVERTISEMENT

"Ditanam sejak tadi malam oleh warga, kami kecewa karena jalan ini tidak segera diperbaiki. Sebelumnya dijanjikan akan diperbaiki awal Juli, tapi tidak dilakukan sampai sekarang," terangnya kepada detikJatim, Kamis (30/7/2026).

Kepala Desa Karangrejo, Imam Rohadi membenarkan adanya penanaman pohon pisang di tengah jalan raya itu. Menurutnya, aksi itu dilakukan warga sudah yang kedua kalinya.

"Jadi aksi warga ini sudah kedua kalinya, yang pertama itu April 2026 dan sekarang. Aksinya sama menanam pohon pisang di tengah jalan," katanya.

Imam menyebut, aksi pertama tanam pohon pisang sudah mendapat atensi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar.

Saat itu, Dinas PUPR menjanjikan rencana perbaikan jalan akan dilaksanakan pada awal Juli 2026. Namun, hingga saat ini belum terlaksana. Hal itu diduga menjadi pemicu warga untuk melakukan aksi protes kembali.

"Sampai dengan sekarang belum ada realisasi. Jadi tadi malam warga kembali menanam pohon pisang itu. Kemudian hari ini pihak PUPR datang untuk memberikan klarifikasi untuk warga kami," jelasnya.

Menurut Imam, pihak PUPR menyampaikan rencana perbaikan jalan pada 10 Agustus 2026. Rencananya, perbaikan jalan dengan peningkatan kualitas dengan cor beton.

"Sebenarnya jalan ini sudah pernah diperbaiki tahun lalu. Tapi memang ini jalur kendaraan tambang (sirtu), jadi cepat rusak. Rencananya akan dicor beton untuk jalan ini," tandasnya.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads