Turnamen pembinaan sepak bola usia muda U-17, Soekarno Cup 2026, bakal digelar di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan pada 10-24 Agustus 2026. Ajang yang diikuti 16 provinsi dengan 400 talenta muda se-Indonesia itu akan melibatkan wasit perempuan dan perangkat pertandingan perempuan dalam penyelenggaraan turnamen sebagai komitmen nyata terhadap keseteraan kesempatan di semua bidang, termasuk olahraga.
Pengarah Panitia Soekarno Cup 2026, Deni Wicaksono, mengatakan, keputusan tersebut menjadi bagian dari semangat Soekarno Cup untuk membangun ekosistem sepak bola yang inklusif, profesional, dan memberikan ruang yang sama bagi setiap individu yang memiliki kompetensi, tanpa memandang jenis kelamin.
Dia menegaskan bahwa kehadiran perempuan sebagai bagian dari perangkat pertandingan bukan sekadar memenuhi aspek representasi, melainkan merupakan bentuk kepercayaan terhadap kemampuan profesional mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepak bola adalah ruang prestasi. Siapa pun yang memiliki kapasitas, integritas, dan kompetensi berhak mendapatkan kesempatan yang sama. Pelibatan wasit perempuan dan perangkat pertandingan seperti match commissioner di Soekarno Cup 2026 merupakan wujud kepercayaan bahwa perempuan mampu berkiprah dan memberikan kontribusi penting dalam dunia olahraga, termasuk pada aspek kepemimpinan di lapangan," ujar Deni saat dikonfirmasi, Rabu (29/7/2026).
Soekarno Cup sendiri merupakan turnamen rutin yang digelar untuk mewadahi talenta muda daerah. Turnamen ini pertama kali digelar di Jakarta pada 2023, lalu Bali pada 2025, dan pada 2026 diselenggarakan di Surabaya, Bangkalan, dan Gresik. Turnamen bakal digelar 10-24 Agustus 2026. Soekarno Cup saling dukung dengan turnamen resmi usia muda lainnya seperti Piala Soeratin dan Elite Pro Academy (EPA) untuk memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola usia muda.
Menurut Deni, secara filosofis Soekarno Cup membawa semangat bahwa sepak bola tidak boleh menjadi ruang eksklusif bagi kelompok tertentu. Justru olahraga harus menjadi wadah yang memperlihatkan bahwa kesempatan dibuka seluas-luasnya berdasarkan kualitas dan dedikasi.
"Ketika perempuan dipercaya memimpin jalannya pertandingan, kita sedang memberikan teladan kepada generasi muda bahwa kepemimpinan lahir dari kompetensi, bukan dari jenis kelamin," katanya.
Turnamen Soekarno Cup juga telah mendapat rekomendasi resmi dari PSSI. Wasit perempuan yang ditugaskan telah memiliki lisensi nasional, dan telah dipercaya memimpin laga intensitas tinggi seperti final Piala Pertiwi Allstar, Piala Soeratin, dan berbagai ajang resmi PSSI tingkat provinsi maupun nasional. Demikian pula match commissioner perempuan yang bakal terlibat dalam Soekarno Cup telah memiliki sertifikasi pengawas pertandingan resmi dari PSSI.
Wakil Ketua Panitia Pelaksana Soekarno Cup 2026, Eri Irawan, menambahkan, nilai yang dibawa Soekarno Cup sejalan dengan upaya membangun budaya sepak bola Indonesia yang modern dan berorientasi pada meritokrasi.
Dari sisi teknis, pelibatan wasit perempuan dilakukan berdasarkan standar kompetensi yang berlaku. "Seluruh perangkat pertandingan yang bertugas telah melalui proses penugasan sesuai kualifikasi, pengalaman memimpin pertandingan, pemahaman terhadap Laws of the Game, serta kesiapan fisik dan mental dalam mengawal jalannya pertandingan," ujarnya.
Eri mengatakan, selain untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan turnamen, langkah pelibatan wasit maupun perangkat pertandingan lainnya dari kalangan perempuan diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi perempuan untuk meniti karier di bidang perwasitan maupun profesi lain dalam industri sepak bola nasional.
