Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka rekrutmen Direktur Utama (Dirut) Kebun Binatang Surabaya (KBS) secara nasional. Di tengah mencuatnya kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Dirut KBS, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan calon dirut agar memenuhi seluruh persyaratan, termasuk memiliki komitmen dalam mengelola anggaran.
Eri mengatakan, proses rekrutmen tidak hanya dibuka bagi warga Surabaya atau Jawa Timur, tetapi juga untuk masyarakat dari seluruh Indonesia.
"Saya berharap bukan hanya di lingkup Surabaya dan Jawa Timur, tapi di seluruh nasional bisa tahu tempat, bisa tahu jika ada lowongan atau kami mencari terkait dengan BUMD. Bukan hanya KBS ya, ada PD Pasar, ada KBS yang sudah kita lakukan ya," kata Eri kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Eri, selama ini pendaftar jabatan direksi BUMD masih didominasi orang yang sama. Bahkan, ada peserta yang berpindah-pindah mengikuti seleksi di sejumlah BUMD.
"Tapi iki wong Surabaya mek titik yo ngene ya. Mungkin teman-teman wartawan ada yang mau daftar ini? Nah, kalau ada yang lulusan bisa daftar itu. Jadi saya buka pendaftaran ini sampai ke media nasional," jelasnya.
Terkait syarat calon Dirut KBS, Eri menegaskan kandidat harus memiliki kompetensi yang berkaitan dengan pengelolaan satwa.
"Apakah dia kursus atau apa? Bisa dilihat tuh di pengumumannya terbuka untuk umum," ujarnya.
Meski demikian, Eri menegaskan tidak ada persyaratan khusus yang diberlakukan menyusul kasus dugaan korupsi anggaran operasional pakan satwa yang terjadi di KBS. Menurutnya, seluruh pimpinan BUMD pada dasarnya memiliki tanggung jawab penuh terhadap pengelolaan anggaran.
"Jadi sebenarnya tidak ada yang ditekankan ya. Semua kepala BUMD itu, ketua BUMD kan bertanggung jawab penuh terhadap anggarannya. Maka anggaran ini dibutuhkan ke komitmen untuk tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti korupsi dan lain-lain," pungkasnya.
