Alasan Shofi Rela Bertaruh Nyawa Gagalkan Pria Tabrakkan Diri ke KA

Alasan Shofi Rela Bertaruh Nyawa Gagalkan Pria Tabrakkan Diri ke KA

Muhajir Arifin - detikJatim
Selasa, 28 Jul 2026 19:30 WIB
Penjaga palang pintu di Pasuruan gagalkan aksi bunuh diri
Penjaga palang pintu di Pasuruan gagalkan aksi bunuh diri/Foto: Muhajir Arifin/detikJatim
Pasuruan -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Aksi heroik dilakukan M Shofi Bahtiar (24), penjaga Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 105, Desa Masangan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Ia bertaruh nyawa menyelamatkan pria yang diduga hendak menabrakkan diri ke kereta api (KA).

Warga Desa Masangan mengatakan, aksi heroik itu karena didorong tanggung jawab pada pekerjaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu dikatakan Shofi saat ditemui detikJatim di JPL 105 Desa Mayangan, Selasa (28/7/2026). Shofi menceritakan JPL yang ia jaga berada di bawah tanggung jawab Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan. Ia berstatus sebagai pekerja outsourcing.

ADVERTISEMENT

"Saya ikut Dishub, outsourcing sudah 1,5 tahun. Sebelumnya memang relawan di sini (sebelum ada JPL)," terangnya.

Setiap bulan, lajang ini menerima bayaran Rp 1,6 juta. Meski menerima bayaran tergolong kecil, tak membuat Shofi mengabaikan tanggung jawab pekerjaan. Ia bekerja dengan profesional.

Tanggung jawab itu ia buktikan salah satunya dengan menyelamatkan pria yang diduga hendak menabrakkan diri ke kereta. Ia bertaruh nyawa menggagalkan aksi nekat pria tersebut.

"Saat itu refleks saja, spontan. Jarak kereta sekitar 500 meter," terangnya.

Apa tak takut bertaruh nyawa?

"Ya namanya kerjaannya ngamanin kereta, Pak. Harus tanggung jawab lah," ungkapnya.

Aksi Shofi tersebut diapresiasi publik. Salah satunya anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Febri Irawan Darwis.

"Kita apresiasi luar biasa sikap heroik Mas Shofi, jarang ditemukan. Dia rela bertaruh nyawa. Lebih penting menjadi masyarakat yang peduli. Biasanya kan orang peduli kalau sudah kejadian," kata Febri yang mengunjungi JPL 105 menemui Shofi.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Pasuruan ini mengatakan akan berusaha memperjuangkan nasib para pegawai outsourcing penjaga JPL yang ada di bawah kewenangan Dishub Kabupaten Pasuruan. Salah satunya berupa agar gaji mereka naik.

"Kita upayakan ada penambahan gaji. Saat ini ada 120 pegawai outsourcing penjaga JPL," tandasnya.

Sebelumnya, aksi heroik dilakukan petugas penjaga Jalur Perlintasan Langsung (JPL) menyelamatkan pria hendak menabrakkan diri ke kereta api (KA). Tindakan bertaruh nyawa itu terekam CCTV dan videonya viral.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria memakai sarung bertelanjang dada berada di atas rel, menendang-nendang balas. Ia bergeming meski terlihat lampu kereta api dari arah timur. Pria itu sama sekali tak mencoba turun dari rel saat cahaya lampu kereta semakin terang dan klakson dibunyikan.

Saat kereta semakin dekat, pria itu malah menghadap ke arah kereta. Ia mengangkat tangan dengan gesture menyetop laju kereta yang kian mendekat.

Beberapa detik kemudian petugas penjaga melompat ke arah rel dari atas pos PJL yang tidak jauh dari posisi pria tersebut. Petugas berlari ke arah pria itu, merangkulnya dan menyeretnya keluar rel.

Namun tak disangka, pria itu kembali naik ke rel. Dan petugas dengan berani menariknya lagi dan mendorongnya keluar lintasan kereta. Sedetik kemudian, kereta melintas kencang di depan keduanya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads