Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Bangkalan merespons keluhan warga Desa Soket Dajah, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan terkait tidak stabilnya pasokan listrik. Pihak PLN tengah memproses rencana penambahan jaringan dan penggantian trafo agar tegangan listrik di Dusun Naroan kembali normal.
Manager ULP PLN Bangkalan, Mochammad Nasir membenarkan adanya penurunan daya listrik di wilayah tersebut. Pihaknya mengaku langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan usai menerima laporan resmi.
"Kami baru mengetahui kondisi voltasenya rendah itu setelah menerima surat dari Kepala Desa Soket Dajah," kata Nasir kepada detikJatim, Senin (27/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasir menyampaikan, dari hasil pengecekan di lapangan, memang ditemukan kebutuhan mendesak untuk penggantian dan penambahan komponen jaringan listrik guna mengatasi keluhan kerusakan barang elektronik warga.
"Setelah kami lakukan pengecekan di lokasi, memang ada beberapa yang perlu diganti dan ditambah," ujarnya.
Menurut Nasir, hasil survei tim ULP PLN Bangkalan telah diteruskan dan disetujui oleh PLN pusat. Saat ini pihaknya tengah menunggu pencairan anggaran pelaksanaan.
"Usulannya sudah masuk, itu kan perlu nambah jaringan lagi sama trafo lagi. Tinggal menunggu turunnya anggaran saja, kan anggarannya itu dari pusat," terangnya.
Nasir menegaskan bahwa penambahan trafo dan penggantian kabel itu dipastikan akan dikerjakan pada 2026. Namun, untuk waktu pasti pengerjaannya masih menunggu instruksi dari pusat.
"Insyaallah pastinya tahun ini perbaikannya. Kalau sudah turun (anggarannya), nanti langsung kita eksekusi," tandas Nasir.
Sebelumnya, warga Dusun Naroan, Desa Soket Dajah, mengeluhkan tegangan listrik PLN yang sangat rendah dan telah berlangsung cukup lama. Salah seorang warga, Fandi, menyebut voltase di desanya jauh di bawah standar normal, terutama saat malam hari yang kerap anjlok hingga 110-150 volt.
Kondisi arus yang sering jeglek tersebut tak hanya mengganggu aktivitas harian dan usaha warga, tetapi juga memicu kerusakan massal barang-barang elektronik seperti televisi dan kulkas.
Warga mengaku telah mengadukan persoalan ini sejak April 2026 melalui Kepala Desa Soket Dajah. Meski petugas dari PLN Bangkalan hingga PLN Pamekasan sempat turun melakukan survei, realisasi perbaikan di lapangan tak kunjung terwujud hingga menumbuhkan rasa pesimisme warga.
