Viral Siswi SD di Sukodono Sidoarjo Ngaku Diculik hingga Dirampok

Viral Siswi SD di Sukodono Sidoarjo Ngaku Diculik hingga Dirampok

Suparno - detikJatim
Minggu, 26 Jul 2026 11:40 WIB
Bocah di Sukodono Sidoarjo ngaku diculik
Bocah di Sukodono Sidoarjo ngaku diculik/Foto: Tangkapan layar
Sidoarjo -

Video dan cerita seorang siswi kelas 3 SD Negeri Pekatungan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, viral di media sosial setelah mengaku didatangi seorang perempuan tak dikenal saat pulang sekolah. Sang anak takut diculik hingga perhiasannya digendam.

Belakangan, polisi menegaskan peristiwa tersebut bukan percobaan penculikan, melainkan diduga modus penipuan untuk mengambil perhiasan korban.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB ketika korban berjalan pulang bersama seorang temannya menuju gang rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pengakuannya yang beredar di media sosial, siswi tersebut mengaku sempat diminta melepas anting yang dikenakannya.

ADVERTISEMENT

Korban mengaku ketakutan lalu mengajak temannya berlari menyelamatkan diri hingga kembali ke sekolah dan melapor kepada guru.

"Saya juga takut waktu itu kok disuruh ganti anting. Aku nggak mau, terus aku sama Shila lari bareng. Akhirnya ketemu Bu Guru, aku cerita habis dibawa orang dan disuruh melepas anting," tutur korban dalam pengakuannya yang viral.

Menanggapi ramainya informasi tersebut, Kanit Reskrim Polsek Sukodono Iptu Hasan Yusuf Efendi mengatakan, dari hasil pengecekan di lapangan menunjukkan kejadian itu bukan merupakan percobaan penculikan.

"Peristiwa yang terjadi sebenarnya bukan percobaan penculikan, melainkan diduga percobaan penipuan dengan sasaran mengambil perhiasan berupa anting yang dipakai korban," kata Hasan kepada detikJatim melalui telepon selulernya, Minggu (26/7/2026).

Hasan menjelaskan, terduga pelaku merupakan seorang perempuan berusia sekitar 45 tahun yang mengendarai sepeda motor Honda Vario. Pelaku diduga menggunakan modus mengajak korban dengan alasan ingin mengukur baju, kemudian berusaha membujuk korban melepas antingnya.

"Pelaku menggunakan cara membujuk, bukan dengan kekerasan. Namun korban menolak, kemudian bersama temannya memilih lari sehingga perhiasan tersebut tidak sempat diambil," ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga korban tidak membuat laporan polisi karena tidak mengalami kerugian materi. Meski demikian, anggota Polsek Sukodono tetap mendatangi keluarga korban untuk memastikan kronologi kejadian.

Menurut Hasan, informasi yang beredar di media sosial berkembang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

"Informasi yang viral tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. Tidak ada serempetan kendaraan, tidak ada ancaman kekerasan maupun upaya penculikan seperti yang ramai diperbincangkan. Kemungkinan informasi berkembang karena kepanikan saat menceritakan kejadian," jelasnya.

Polisi mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan yang menyasar anak-anak, namun tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Serta anak nya tidak perlu memakai perhiasan yang berlebihan, yang bisa mengundang kejahatan.

"Kami mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak saat berangkat maupun pulang sekolah. Jika menemukan kejadian mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti," pungkas Hasan.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads