Jembatan Plapar Ponorogo Diperbaiki, Pemprov Jatim Kucurkan Rp 5 Miliar

Jembatan Plapar Ponorogo Diperbaiki, Pemprov Jatim Kucurkan Rp 5 Miliar

Charolin Pebrianti - detikJatim
Sabtu, 25 Jul 2026 13:00 WIB
Jembatan Plapar di Slahung Ponorogo.
Jembatan Plapar di Slahung Ponorogo. Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim
Ponorogo -

Pemprov Jawa Timur mulai mengerjakan perbaikan darurat Jembatan Plapar di Desa Caluk, Kecamatan Slahung, Ponorogo. Penanganan yang telah berlangsung sekitar dua pekan itu menelan anggaran hampir Rp 5 miliar dari Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mengamankan struktur jembatan yang terancam ambrol.

Kepala Bidang Pemeliharaan DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Agus Sutanto mengatakan, pekerjaan diprioritaskan pada penguatan oprit jembatan yang mulai mengalami penurunan. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dikhawatirkan semakin parah saat musim hujan.

"Sudah mulai dua pekan lalu perbaikan Jembatan Plapar. Dana yang dipakai sebesar Rp 5 miliar," ujar Agus, Sabtu (25/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus menjelaskan, anggaran tersebut berasal dari dana bencana atau BTT Pemprov Jatim. "Dana sebesar Rp 5 miliar itu dari anggaran bencana (belanja tak terduga)," katanya.

Menurut Agus, penanganan darurat harus segera dilakukan karena penurunan oprit sudah mulai terlihat. Selain mengancam badan jalan, kondisi itu juga berpotensi menyebabkan longsor pada lahan warga di sekitar jembatan.

ADVERTISEMENT

"Kalau tidak segera ditangani, saat musim hujan opritnya sudah mulai turun. Kemudian tanah warga di kanan-kiri nanti akan runtuh semua," tegasnya.

Perbaikan ditargetkan rampung pada akhir September 2026. Selama proses pengerjaan, kendaraan dengan muatan lebih dari 10 ton masih dilarang melintasi jalur Ponorogo-Pacitan.

"Akhir September selesai. Tapi, selama pekerjaan berlangsung belum boleh kendaraan lebih dari 10 ton lewat. Yang jelas sekarang ditangani dulu opritnya," imbuh Agus.

Ia mengungkapkan, kerusakan Jembatan Plapar dipicu jebolnya cek dam milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Akibatnya, aliran sungai menggerus tanah di sekitar jembatan hingga talud ambrol.

"Rusaknya Jembatan Plapar disebabkan jebolnya cek dam milik BBWS Bengawan Solo. Aliran sungai yang deras kemudian menggerus tanah di sekitar jembatan hingga menyebabkan talud ambrol," pungkasnya.

Diketahui, pembatasan kendaraan bertonase di atas 10 ton masih diberlakukan di ruas Jalan Raya Ponorogo-Pacitan sejak talud Jembatan Plapar mengalami kerusakan.

Arus kendaraan berat juga dialihkan melalui jalur Wonogiri berdasarkan rekayasa lalu lintas yang diterapkan kepolisian dan Dinas Perhubungan.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads