Penyebab kecelakaan maut antara mobil Toyota Hiace dengan truk fuso di Km 76+600 tol Pandaan-Malang mulai terkuak. Polisi menyebut kecelakaan disebabkan adanya human error atau kelalaian dari pengemudi Hiace.
Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska mengatakan jika berdasarkan olah tempat kejadian perkara tidak ditemukan indikasi kerusakan teknis pada kedua kendaraan.
Pihaknya kemudian menemukan dugaan bahwa pengemudi Toyota Hiace Awang Darmawan (39), beralamat di Perum bumi Palapa A/2/4 RT01/RW11, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, kurang berhati-hati dan gagal menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dugaan awal sementara sopir kurang hati-hati dan kurang bisa menjaga jarak dengan kendaraan di depannya. Murni human error," ujar Chelvin kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).
Menurut Chelvin bahwa sejauh ini pihaknya belum menemukan indikasi pengemudi mengalami microsleep. Berdasarkan keterangan sopir, tidak ada pengakuan terkait kondisi tersebut.
"Indikasi microsleep sementara belum ada. Dari keterangan sopir juga tidak menyampaikan seperti itu. Yang bersangkutan hanya kurang menjaga jarak dengan kendaraan di depannya," bebernya.
Chelvin menambahkan, bahwa olah TKP juga mengungkap adanya bekas upaya pengemudi Toyota Hiace melakukan pengereman. Namun, karena jarak sudah dekat tabrakan tak dapat dihindarkan.
"Ada bekas pengereman, namun sepertinya karena jarak sudah terlalu dekat sehingga tabrakan belakang tidak bisa dihindari," tambahnya.
Sementara ditanya terkait kecepatan kendaraan, Chelvin menyampaikan penyidik masih melakukan pendalaman menggunakan alat analisis serta mencocokkannya dengan keterangan para saksi.
Diketahui juga mobil Toyota HiAce yang terlibat kecelakaan merupakan kendaraan rental yang mengangkut rombongan wisatawan asal Makassar.
Rombongan itu berangkat dari Surabaya dengan tujuan berwisata ke Malang Raya, meliputi Kota Malang dan Kota Batu.
Kecelakaan maut terjadi pada Rabu (22/7/2026), malam itu mengakibatkan tiga penumpang meninggal dunia, yakni Burhanuddin (46), Octavivin Tristianto (40), dan Ahdan Wal Mutawaq (10). Usai kejadian ketiganya dievakuasi ke RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.
Sementara lima penumpang lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di RS Lawang Medika, yaitu Erniawati (40) dengan patah tulang kaki kiri, Putri (28) yang mengalami dugaan cedera servikal dan luka memar, Yusdalifah (42) yang mengalami cedera kepala, Muhammad Yusuf Sulaiman (2), serta Bilgis Nurfara (8).
