Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya menyoroti masih maraknya kasus kekerasan terhadap anak, termasuk bullying dan pelecehan seksual. Momentum Hari Anak Nasional pun dinilai harus menjadi pengingat agar perlindungan terhadap anak tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Ketua Komnas PA Surabaya Syaiful Bachri menyebut kasus kekerasan terhadap anak masih terus terjadi meski sosialisasi dan edukasi terkait perlindungan anak terus dilakukan.
"Laporan yang masuk di kami, yang marak itu sekali lagi masih bullying, kemudian pelecehan seksual. Juga ada beberapa kasus lain seperti tentang hak asuh anak," ujar Syaiful saat dihubungi detikJatim, Kamis (23/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, itu merupakan laporan yang diterima langsung oleh pihaknya. Belum mencakup seluruh kasus yang ditangani lembaga atau pihak lain yang juga memiliki fokus pada perlindungan anak.
Selain itu, ia juga menyoroti maraknya paparan pornografi dan pornoaksi, narkoba, hingga rokok dan vape yang dinilai dapat membahayakan anak.
"Sehingga harapan kita di hari ini, semua pihak baik dari pemerintah, stakeholder, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama bisa seiring sejalan dalam memberikan pemenuhan 10 hak dasar anak," tuturnya.
Komnas PA Surabaya turut menegaskan peran penting keluarga untuk menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan kepada anak.
"Upaya preventif yang paling maksimal adalah dari keluarga," tegasnya.
Syaiful mengimbau orang tua untuk menciptakan lingkungan keluarga yang aman bagi anak. Sebab keluarga memiliki peran penting dalam membentuk anak menjadi generasi yang kuat.
"Anak-anak adalah masa depan. Dari keluarga yang hebat akan menciptakan generasi yang kuat. Dari generasi yang kuat akan menciptakan negara yang luar biasa dan kesejahteraan untuk semua," pungkasnya.
