75 Kebakaran di Pasuruan Didominasi Warga Bakar Daun Kering Sembarangan

75 Kebakaran di Pasuruan Didominasi Warga Bakar Daun Kering Sembarangan

Muhajir Arifin - detikJatim
Rabu, 22 Jul 2026 22:15 WIB
Pemadam kebakaran padamkan kebakaran lahan di Pasuruan.
Pemadam kebakaran padamkan kebakaran lahan di Pasuruan. (Foto: Istimewa)
Pasuruan -

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Pasuruan mencatat sebanyak 75 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Juli 2026. Mayoritas kebakaran terjadi di lahan terbuka yang ditumbuhi rumput, ilalang, maupun tanaman tebu, atau sekitar 85 persen.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pasuruan, Bambang mengatakan tingginya angka kebakaran lahan dipicu kebiasaan masyarakat membersihkan lahan dengan cara membakar vegetasi kering tanpa pengawasan. Kondisi itu berisiko menyebabkan api meluas dan merembet ke area lain, termasuk ke permukiman warga.

"Penyebabnya kebanyakan karena kurangnya pemahaman pembersihan lahan. Maksudnya, habis dibakar tapi kemudian dibiarkan begitu saja," kata Bambang, Rabu (22/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang mengatakan hingga saat ini seluruh kejadian kebakaran lahan yang ditangani belum sampai menjalar ke permukiman. Namun, ia tetap mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun membersihkan lahan dengan cara membakar tanpa pengawasan.

"Kalau terpaksa dibersihkan dengan cara dibakar, ya pastikan aman, ada orang menunggui sampai selesai. Bukan didiamkan kemudian ditinggal," harapnya.

ADVERTISEMENT

Selain mengingatkan masyarakat, Damkar Pasuruan juga meminta pemerintah desa dan kelurahan lebih aktif melakukan edukasi kepada warga, terutama saat musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran.

"Saya minta wilayah ikut mengawasi warganya dan memberikan edukasi agar tidak membakar sampah. Kalau perlu dibuat surat edaran melalui masing-masing kelurahan," tegasnya.

Damkar Kabupaten Pasuruan berharap langkah edukasi dan pengawasan yang lebih intensif dapat menekan angka kebakaran lahan sekaligus mencegah potensi kerugian yang lebih besar bagi masyarakat.

Kasus penanganan kebakaran, Damkar Kabupaten Pasuruan memiliki 50 personel yang terbagi dalam tiga regu. Setiap regu beranggotakan sekitar 15 personel yang bertugas secara bergantian selama 24 jam sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Selain sumber daya manusia, Damkar Kabupaten Pasuruan juga didukung delapan unit kendaraan pemadam kebakaran. Namun, dua unit di antaranya saat ini tidak dapat dioperasikan karena mengalami kerusakan.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads