Masa depan Indonesia bukan lagi sekadar narasi manis di atas kertas, melainkan panggung nyata yang harus direbut generasi muda. Demi mendorong keberanian gen-Z dan milenial untuk menyuarakan gagasan perubahan, perhelatan dialog publik Red Talks 2026 digelar sebagai wadah perjuangan intelektual anak muda dalam mengawal arah perjalanan bangsa.
Guna menguji serta mempertajam daya kritis tersebut, pengamat politik nasional yang dikenal vokal dengan ujian "akal sehat"-nya, Rocky Gerung, dipastikan hadir menjadi salah satu pemantik diskusi.
Diinisiasi oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bekerja sama dengan detikcom, Red Talks digagas bukan sebagai panggung seremoni biasa, melainkan arena bebas tanpa sekat di mana suara, kritik, dan otokritik anak muda dijadikan sebagai modal utama perubahan sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan mengusung tema besar "Indonesia Punya Kita: Nasionalisme Tanpa Batas Generasi", forum RedTalks Malang 2026 akan digelar Sabtu, 25 Juli 2026 mulai pukul 09.00 WIB - 13.00 WIB. Acara ini akan digelar di Malang Creative Center (MCC) dan akan disiarkan secara live streaming eksklusif di detik.com.
Menagih Peran Parpol dan Menolak Dibungkam
Generasi muda tak lagi bisa diposisikan sekadar sebagai penonton pasif atau komoditas suara dalam pesta demokrasi. Kehadiran Rocky Gerung bersama pakar komunikasi Unair Dr. Suko Widodo, sejarawan UM Drs. Dwi Cahyono, dan Qintharra Ulya Yassifa (Wakil DPD PDI Perjuangan Jatim) akan membedah topik krusial: "Anak Muda dan Partai Politik: Masih Percaya atau Sudah Kehilangan Harapan?".
Sesi ini menjadi ruang bagi anak muda melayangkan gugatan terbuka atas meningkatnya skeptisisme terhadap institusi politik. Ini adalah momentum bagi generasi penggerak untuk menuntut regenerasi kepemimpinan yang nyata dan memastikan apakah partai politik mampu menjadi rumah bertumbuhnya ide-ide perubahan atau justru kian berjarak dari realitas.
Membongkar Ketidakpastian Ekonomi demi Masa Depan
Tak berhenti pada wacana politik, Red Talks 2026 juga memberi ruang bagi suara anak muda dalam menanggapi himpitan ekonomi, tantangan disrupsi, dan persaingan kerja. Dalam sesi panel bertema "Mandiri atau Menyerah? Jalan Anak Muda Membangun Masa Depan di Tengah Ketidakpastian", gagasan perubahan akan diuji secara tajam.
Diskusi ini menghadirkan keterwakilan mahasiswa, akademisi, dan praktisi kreatif, seperti Dr. Silvi Asna Prestianawati (FEB UB), Aryo Bimo Soebagio (BEM Malang Raya), Benny Miftahul Arifin (PMII Kota Malang), Kafitan Aidil Fitra (BEM UB), serta komika Dewangga.
Lewat sesi ini, anak muda ditantang menyuarakan solusi konkret terkait ekosistem ekonomi kreatif, upskilling, hingga keberanian menagih tanggung jawab negara dan parpol dalam menyediakan ruang tumbuh yang adil bagi mereka.
Jangan Hanya Menonton, Rebut Ruang Perubahanmu!
Melalui semangat pemikiran Bung Karno dan nilai-nilai kebangsaan, Red Talks 2026 menegaskan pesan kunci: Indonesia adalah milik generasi hari ini dan esok. Suara, ide, dan keberanian anak muda adalah bahan bakar utama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih demokratis, mandiri, dan berkeadilan.
Bagi mahasiswa, aktivis, dan pemuda di Malang dan sekitarnya, saatnya membuktikan keberanianmu dengan hadir langsung di Malang Creative Center. Sementara bagi anak muda di seluruh penjuru tanah air, gagasan pergerakan ini juga dapat diikuti secara langsung melalui Live Streaming di detik.com.
Jangan biarkan masa depanmu ditentukan orang lain. Saatnya bersuara, uji gagasanmu, dan jadilah penentu arah perubahan di Red Talks 2026!
