Antrean pasien kanker di RSUD dr Soetomo Surabaya diharapkan segera terurai dengan hadirnya fasilitas teknologi nuklir terbaru di RS Mitra Keluarga Kenjeran. Layanan kanker terpadu ini menjadi opsi keempat di Kota Pahlawan agar pasien tidak perlu lagi berobat ke luar negeri untuk mendapatkan terapi radiasi tingkat lanjut.
Kepala Dinkes Surabaya dr Billy Daniel Messakh mengatakan, layanan nuklir kini bukan hal baru, dahulu Kota Pahlawan tidak memiliki dan pasien sering dirujuk ke luar negeri. Kini, dengan bertambahnya layanan Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler di RS Mitra Keluarga Kenjeran menjadi harapan baru pasien, bahkan dari Indonesia Timur dapat berobat ke Surabaya.
"RSUD dr Soetomo sebetulnya sudah ada juga, hanya terlalu numpuk (pasien), terlalu banyak. Di RSUD dr Soewandhie juga ada radioterapi, RSPAL dr Ramelan, RS Kemenkes. Dengan adanya RS Mitra Keluarga buka baru, harapannya semua sudah bisa dilaksanakan di Surabaya kasus-kasusnya. Bahkan mungkin ya dari Indonesia Timur bisa ke sini," kata dr Billy kepada wartawan di RS Mitra Keluarga Kenjeran, Sabtu (18/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Billy mengatakan, kasus kanker memang banyak, termasuk di Surabaya. Paling banyak kanker payudara, serviks, hingga prostat untuk pria. Kasus kanker rata-rata menyasar usia di atas 40 tahun, meski kasus pada anak juga ditemukan dengan kanker hematologi atau darah.
"Dengan tambahan layanan nuklir di sini bisa mengurai tumpukan pasien di RSUD dr Soetomo, ya," ujarnya.
Berdasarkan data terbaru dari Globocan, terdapat lebih dari 1,13 juta penyintas kanker (prevalensi dalam 5 tahun) di Indonesia. Sementara, risiko seseorang di Indonesia mengalami kanker sebelum usia 75 tahun mencapai 15,7% dan risiko meninggal akibat kanker sebelum usia tersebut mencapai 10%. Artinya, sekitar satu dari enam orang berpotensi mengalami kanker sebelum usia 75 tahun.
Direktur Mitra Keluarga Kenjeran, dr Monita Fenny Sudarsono mengatakan, pihaknya melengkapi layanan Advanced Cancer Center dengan kehadiran Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler. Teknologi baru dikenalkan dengan layanan pengobatan kanker terintegrasi berkonsep one stop service.
"Kehadiran Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler juga melengkapi fasilitas layanan pengobatan kanker kami di Advanced Cancer Center Mitra Keluarga Kenjeran yang sudah hadir melayani masyarakat baik dari Jawa Timur dan yang berasal dari luar Jawa Timur, sejak beberapa tahun lalu," kata dr Monita.
Advanced Cancer Center ini menyediakan layanan penanganan kanker super komprehensif mulai dari tahapan screening, deteksi dini, hingga diagnostik. Seluruh rangkaian tata laksana medis pasien dilakukan di satu tempat, mencakup kemoterapi, imunoterapi, hormonal terapi, radioterapi, hingga fasilitas kedokteran nuklir.
"Jadi di RS Mitra Keluarga Kenjeran sudah ada spesialisasi onkologi, lengkap. Kami tidak hanya didukung dengan teknologi yang canggih dan alat-alat fasilitas terkini, tapi juga didukung dengan SDM berkualitas tinggi, mulai dari profesor, dokter spesialis, dan semua tenaga medis yang bersertifikat internasional," jelasnya.
RS Mitra Keluarga Kenjeran juga telah dilengkapi dengan fasilitas medis mutakhir untuk layanan kanker total, mulai dari PET-Scan, SPECT-CT, ablasi tiroid, radioterapi, hingga kemoterapi.
"Kedokteran nuklir dan radioterapi ini masih sangat jarang di RS Jawa Timur. Bahkan di rumah sakit pemerintah pun belum ada yang lengkap selengkap di Mitra Keluarga Kenjeran, apalagi yang rumah sakit swasta," ujarnya.
Sementara Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir Konsultan Onkologi Mitra Keluarga Kenjeran, dr Stephanus Massora, Sp.KN-TM, Subsp.Onk (K) mengatakan, kedokteran nuklir memiliki manfaat yang sangat besar dalam diagnosis dan pengobatan penyakit. Masyarakat juga tidak perlu khawatir dengan radiasi, karena dosis zat radioaktif yang digunakan sangat kecil dan dalam batas aman. Kedokteran Nuklir juga diawasi secara ketat oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Kemenkes.
"Cara kerja kedokteran nuklir dalam mendeteksi kanker berbeda dengan radiologi konvensional yang hanya melihat struktur organ. Kami di kedokteran nuklir akan melihat fungsi dan aktivitas seluler dari organ tersebut. Menariknya, kedokteran nuklir juga mencakup layanan teranostik molekuler, artinya gabungan terapi dan diagnostik, di mana zat yang sama dapat digunakan untuk melihat sel kanker sekaligus menghancurkannya secara spesifik," kata dr Stephanus.
Untuk melayani pasien, Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler RS Mitra Keluarga Kenjeran menghadirkan dua fasilitas modern, yaitu PET/CT dan SPECT/CT. Bagi masyarakat, kehadiran dua fasilitas modern ini memungkinkan hasil diagnosis yang lebih akurat. Dengan begitu, penyesuaian terhadap terapi dan pengobatan bisa berjalan lebih cepat dan akurat.
"Hasilnya jauh lebih akurat, dengan waktu pemeriksaan yang lebih cepat dan paparan radiasi yang rendah. Bahkan, diagnosis dini juga sangat mungkin dilakukan. Jika sudah bisa diagnosis dini, pengobatan pasien bisa lebih efektif karena tidak perlu menunggu sampai penyakit menjadi parah," pungkasnya.
