Gunung Biru Masih Terbakar, BPBD Jatim Ungkap Kendala Pemadaman

Gunung Biru Masih Terbakar, BPBD Jatim Ungkap Kendala Pemadaman

Faiq Azmi - detikJatim
Jumat, 17 Jul 2026 21:15 WIB
Gunung Biru di Mojokerto masih terbakar
Gunung Biru di Mojokerto masih terbakar (Foto: Istimewa)
Mojokerto -

Kebakaran hutan rawan terjadi di wilayah Taman Hutan Raya Raden Soerjo (Tahura R Soerjo) yang luasnya mencapai 27.868,3 hektare. Hingga Jumat ini, kebakaran masih terjadi di Gunung Biru, Pegunungan Anjasmoro di wilayah Mojokerto.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengungkap sejumlah kendala pemadaman. Salah satunya terkait medan yang terjal.

"Kejadiannya sejak Selasa. Baru saja satu titik bisa dijangkau. Masih ada satu titik lain di gunung atau Bukit Biru itu masih belum bisa dijangkau karena jurang yang dalam dan kondisi alamnya rawan untuk pendakian tim pemadam," kata Gatot di Surabaya, Jumat (17/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gatot menyebut titik di Bukit Biru dan Puncak Gunung Biru masih terdapat titik api. Dua titik itu sulit dijangkau untuk dilakukan pemadaman.

ADVERTISEMENT

"Per sore ini masih ditemukan asap di dua titik atas. Kita belum bisa menjangkan dan untuk sementara kami memantau dari Bukit Cendono," jelasnya.

"Bukit Biru dan puncak belum bisa dijangkau karena curam. Dari arah Mojokerto sulit dijangkau, lalu teman-teman tim pemadam sekarang berputar lewat jalur Sumbrantas arah Batu," tambahnya.

Gatot menyebut titik api masih jauh dari pemukiman warga. Pihaknya juga telah mengantisipasi dengan menambah personel tim pemadam agar api segera padam.

"Kita antisipasi tidak masuk ke wilayah Batu, dan tidak mengganggu aktivitas warga. Kesulitan pemadaman di gunung salah satunya angin kencang, daerah curam, dan berisiko tim pendaki apabila melakukan pemadaman di wilayah tersebut. Titik api juga jauh dari pos pemantauan, kami minimalisir dari area-area warga, agar tidak merugikan warga. Hingga sore ini area yang terbakar itu ilalang dan pohon tidak produktif," bebernya.

Apakah memerlukan water boombing untuk pemadaman? Gatot menyebut belum diperlukan. "Untuk pemadaman water boombing belum jadi pilihan, karena kondisi api di wilayah aman dan jauh dari aktivitas warga," tandasnya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads