Gedung Sekolah Rakyat Kota Pasuruan Capai 95%, Siap MPLS 31 Juli

Gedung Sekolah Rakyat Kota Pasuruan Capai 95%, Siap MPLS 31 Juli

Muhajir Arifin - detikJatim
Jumat, 17 Jul 2026 19:40 WIB
Sekolah Rakyat (SR) di Kota Pasuruan
Sekolah Rakyat (SR) di Kota Pasuruan (Foto: Muhajir Arifin/detikJatim)
Pasuruan -

Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf meninjau kesiapan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) di Kota Pasuruan, Jumat (17/7). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana siap digunakan menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan dimulai secara serentak pada 31 Juli 2026.

Dalam peninjauan itu, menteri yang akrab disapa Gus Ipul ini menyebut progress pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kota Pasuruan telah mencapai lebih dari 95 persen. Dengan capaian tersebut, fasilitas pendidikan tersebut dipastikan siap digunakan dalam waktu dekat.

Menurutnya, hingga saat ini sudah ada 19 titik Sekolah Rakyat yang melaksanakan MPLS di gedung permanen. Jumlah tersebut akan bertambah pada akhir Juli, termasuk Sekolah Rakyat di Kota Pasuruan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Insyaallah nanti mulai pembelajaran atau MPLS tanggal 31 Juli. Per hari ini sudah ada 19 MPLS yang bertempat di gedung permanen Sekolah Rakyat. Nanti akan ada tambahan 60 titik lagi di tanggal 31 Juli, termasuk di Kota Pasuruan," ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang untuk mendukung perkembangan peserta didik. Mulai dari lapangan basket, lapangan sepak bola, lintasan lari (jogging track), hingga sarana olahraga lain yang diharapkan mampu menunjang pembentukan karakter, kesehatan, dan prestasi siswa.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Gus Ipul mengakui proses perpindahan dari gedung sementara menuju gedung permanen masih membutuhkan dukungan berbagai pihak. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Pasuruan memberikan bantuan operasional selama masa transisi.

"Yang paling penting saya titipkan sekarang kepada Pak Wali Kota adalah dukungan Sekolah Rakyat pada tahap-tahap awal ini. Karena gedung permanen sudah siap namun SDM operasional kami belum sepenuhnya lengkap, kami butuh backup untuk tenaga keamanan, petugas kebersihan, tukang masak, hingga dukungan guru pembina selama masa MPLS berjalan. Kami memohon dukungan ini setidaknya untuk tiga hingga enam bulan ke depan," ungkapnya.

Menurut Gus Ipul, kepala daerah memiliki peran penting dalam menyukseskan program Sekolah Rakyat. Wali Kota, Bupati, maupun Gubernur merupakan bagian dari tim penyelenggara yang bertugas mendukung pelaksanaan program sesuai arahan Presiden RI.

Gus Ipul mengungkapkan minat masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat terus meningkat. Pihaknya menargetkan siswa Sekolah Rakyat mencapai 100.000 tahun depan.

"Secara nasional pada tahun ajaran ini tercatat lebih dari 28 ribu siswa di jenjang SD, SMP, dan SMA, yang akan mengikuti pembelajaran tahun ini. Jika digabungkan dengan sekitar 15 ribu siswa aktif sebelumnya, maka jumlah peserta didik Sekolah Rakyat tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 45 ribu anak," terang Gus Ipul.

"Tahun depan, jika semuanya berjalan dengan lancar sesuai rencana, kita menargetkan bisa menambah kuota hingga menampung lebih dari 100.000 siswa. Kita akan terus menyesuaikan dan mematangkan perencanaan. Kebutuhan SDM mulai guru, wali asrama, wali asuh, dan tenaga lain, kita akan rekrut," imbuhnya.

Ia juga mengungkapkan perkembangan positif yang ditunjukkan para siswa Sekolah Rakyat. Selain semakin percaya diri dan berkarakter, sejumlah siswa berhasil menorehkan prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.

"Ada salah satu siswa Sekolah Rakyat asal Sulawesi Selatan yang lolos seleksi nasional dan terpilih menjadi anggota Paskibraka yang akan bertugas di Istana Negara pada upacara HUT RI nanti. Ini membuktikan bahwa anak-anak kita mampu bersaing di tingkat tertinggi," ujarnya.

Menanggapi isu kekurangan peserta didik di jenjang SD, Gus Ipul menjelaskan kondisi tersebut hanya terjadi pada tingkat sekolah dasar. Sementara itu, jumlah pendaftar di jenjang SMP dan SMA justru melebihi kuota yang tersedia.

Secara nasional, jumlah pendaftar SD baru mencapai sekitar 6.000 siswa dari alokasi lebih dari 9.000 kuota. Namun demikian, ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena sistem penerimaan Sekolah Rakyat menerapkan konsep multi-entry multi-exit.

"Sistem pendaftaran kami menerapkan konsep multi-entry multi-exit. Artinya pendaftaran sangat fleksibel. Siswa baru masih diperbolehkan masuk pada Agustus maupun September selama memenuhi kriteria dan siap mengikuti pembelajaran. Kami mengutamakan asas fleksibilitas demi mengakomodasi hak belajar anak-anak," pungkas Gus Ipul.

Gus Ipul juga mengajak para orang tua siswa Sekolah Rakyat berjanji untuk secepatnya mandiri dan lepas dari ketergantungan pada bantuan sosial. Menurutnya, selain anaknya disekolahkan, para orang tua siswa akan mendapatkan program-program pemberdayaan agar betul-betul mandiri dan lepas dari jerat kemiskinan sebagaimana tujuan utama program Sekolah Rakyat.

"Saya, orang tua Siswa Sekolah Rakyat siap ikut program pemberdayaan sehingga bisa menjadi keluarga mandiri. Keluarga yang tidak bergantung lagi pada bansos," ucap Gus Ipul diikuti secara serentak oleh para orang tua siswa.

Gus Ipul juga melakukan tur singkat mengelilingi gedung baru Sekolah Rakyat untuk memberi pemahaman kepada calon siswa tentang kehidupan mereka setelah masuk ke Sekolah Rakyat. Di kesempatan itu, Gus Ipul juga berdialog dengan komandan baris variasi Rachmad Albi Fakhri (15). Abi mengaku senang di Sekolah Rakyat karena banyak teman dan semua orang baik kepadanya.

Cerita lain hadir dari Mai Nur Shafa (12), pembaca puisi yang menitikkan air mata ketika di atas panggung. Saat ditanya oleh Gus Ipul, Shafa mengungkapkan alasan sedih di balik air matanya karena kangen kedua orang tua yang pergi merantau.

Shafa bercerita bahwa telah tinggal bersama sang nenek sejak usia 2 tahun hingga sekarang. Gadis yang bercita-cita menjadi dokter tersebut memiliki mimpi besar untuk membanggakan orang tua meski jarang bertemu.

"Saya akan belajar sungguh-sungguh biar bertemu kedua orang tuaku, aku ingin membahagiakan orang tuaku. Teman-teman kita yang semangat ya. Belajar yang serius agar bisa mencapai cita-cita kita," ajak Shafa dengan raut muka penuh harapan.

Dalam kesempatan ini Gus Ipul mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo dan jajaran Pemkot Pasuruan karena telah ikut menyukseskan program prioritas presiden Prabowo Subianto.

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyambut baik kolaborasi pemerintah pusat dan berkomitmen untuk terus menyukseskan program Sekolah Rakyat.

"Alhamdulillah, sekarang sudah terbangun sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, saat ini sudah bisa kita saksikan anak-anak kita dengan penampilan dan perubahannya cukup luar biasa. Bisa dipastikan bahwa Sekolah Rakyat ini memberikan kontribusi bagi anak anak kita selama ini tidak bisa merasakan suasana sekolah," katanya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads