PT BSI Perkuat Ekosistem Laut Lewat Transplantasi Terumbu Karang

PT BSI Perkuat Ekosistem Laut Lewat Transplantasi Terumbu Karang

Tim detikJatim - detikJatim
Jumat, 17 Jul 2026 23:30 WIB
Transplantasi terumbu karang di Banyuwangi
Transplantasi terumbu karang di Banyuwangi/Foto: Istimewa
Banyuwangi -

Upaya menjaga kelestarian ekosistem laut di Banyuwangi terus berlanjut. Menutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2026, PT Bumi Suksesindo (PT BSI) kembali menggelar transplantasi terumbu karang di kawasan Grand Watu Dodol (GWD), Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (16/7/2026) tersebut menjadi tahun keempat pelaksanaan program konservasi terumbu karang oleh anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk.

Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Bahari Bangsring, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Dinas Perikanan Banyuwangi, hingga masyarakat setempat sebagai bentuk kolaborasi menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perwakilan Manajemen PT BSI, Erik Wibisana Barnas mengatakan, keberhasilan program konservasi selama ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang terlibat. Karena itu, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah bersama-sama mendukung pelaksanaan transplantasi terumbu karang sejak 2023.

"Tanpa dukungan rekan-rekan dan Bapak, Ibu semua, kegiatan kami pasti sulit terwujud. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, kami ingin berterima kasih kepada pihak-pihak tersebut di atas serta pihak-pihak lain yang tidak kami sebutkan, yang turut menyukseskan kegiatan ini," ucapnya, Jumat (17/7/2026).

ADVERTISEMENT

Tingkat Keberhasilan Mencapai 90 Persen

Ketua Pokdarwis Pesona Bahari Bangsring, Abdul Aziz mengungkapkan hasil monitoring bersama PT BSI menunjukkan tingkat keberhasilan transplantasi terumbu karang yang dilakukan tahun lalu mencapai sekitar 90 persen.

Menurutnya, capaian tersebut memberikan dampak positif terhadap kelestarian ekosistem laut sekaligus mendukung sektor pariwisata dan mata pencaharian nelayan di kawasan Bangsring.

Ia menjelaskan, saat cuaca buruk dan nelayan tidak dapat melaut, masyarakat masih memiliki alternatif penghasilan melalui aktivitas wisata bahari yang berkembang berkat terjaganya ekosistem laut.

"Hasil monitoring kami bersama PT BSI selama ini, terumbu karang yang pernah ditanam, kini sudah menjadi rumah bagi ikan," tuturnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, transplantasi dilakukan menggunakan dua metode baru, yakni media tanam berbentuk spider yang dibuat dari besi ram menyerupai sarang laba-laba serta botol kaca bekas yang dicor menggunakan semen sebagai media tumbuh karang.

Aziz berharap metode tersebut mampu mempertahankan tingkat keberhasilan seperti tahun sebelumnya.

"Harapan kami, semoga tingkat keberhasilan juga sama seperti tahun sebelumnya yang mencapai 90 persen. Terima kasih kepada PT BSI sudah melakukan transplantasi terumbu karang di Grand Watu Dodol, tahun ini menjadi tahun keempat," katanya.

Dukung Ekosistem Laut

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Banyuwangi, Anang Budi Wasono, mengapresiasi komitmen PT BSI yang menjadikan transplantasi terumbu karang sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026.

Ia berharap program tersebut mampu memperkuat ekosistem laut sekaligus meningkatkan populasi ikan di kawasan pesisir Banyuwangi.

"Semoga kegiatan ini membawa dampak positif bagi ekosistem laut dan menjadikan terumbu karang menjadi rumah ikan yang nyaman," ucapnya.

Selain konservasi terumbu karang, Anang mengingatkan persoalan sampah masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama. Ia mengajak masyarakat tidak membuang sampah ke sungai maupun laut karena dapat merusak habitat biota laut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan Dampak Lingkungan DLH Banyuwangi, Rudianto, mengatakan dunia saat ini menghadapi tiga krisis lingkungan atau triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta polusi dan limbah.

Menurutnya, Banyuwangi sebagai daerah dengan garis pantai terpanjang di Pulau Jawa menghadapi tantangan nyata akibat perubahan iklim, salah satunya kenaikan permukaan air laut. Karena itu, diperlukan langkah mitigasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Rudianto menilai transplantasi terumbu karang merupakan salah satu bentuk mitigasi yang memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir.

"Transplantasi terumbu karang bukan sekadar menanam karang tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan sumber daya laut sehingga membuat kesejahteraan bagi para nelayan di kabupaten Banyuwangi," tuturnya.

Ia menambahkan, tantangan perubahan iklim tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, masyarakat, hingga media.

Karena itu, ia berharap kegiatan konservasi laut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan terus berlanjut melalui pemeliharaan dan pemantauan secara berkesinambungan.

"Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi menjadi awal dari pemeliharaan, monitoring, dan pengembangan konservasi laut sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang dan generasi di masa depan," tandasnya.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads